- Dittipidnarkoba Bareskrim Polri menangkap AKP Pardiman bersama beberapa anggota polisi lainnya karena dugaan peredaran narkotika.
- Anggota DPR RI Abdullah mendesak Polri agar mengusut kasus ini secara transparan dan menindak tegas pelaku secara pidana.
- Kasus tersebut diharapkan menjadi evaluasi serius untuk membersihkan internal kepolisian dan memulihkan kepercayaan publik.
Suara.com - Penangkapan Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Resnarkoba) Polres Tangerang Selatan (Tangsel), AKP Pardiman, oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri memicu reaksi keras dari parlemen.
AKP Pardiman diringkus bersama enam anggotanya serta seorang oknum anggota Polda Aceh atas dugaan keterlibatan dalam jaringan peredaran gelap narkotika.
Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Abdullah, meminta agar Polri tidak memberikan ruang bagi oknum yang merusak institusi.
Ia mendesak agar penyelidikan dilakukan secara transparan tanpa ada yang disembunyikan dari publik.
"Polri harus mengusut tuntas kasus ini. Jangan ada yang ditutup-tutupi dan jangan ada perlakuan khusus terhadap anggota yang diduga terlibat dalam peredaran narkoba,” kata Abdullah kepada wartawan, Selasa (28/7/2026).
Abdullah menekankan bahwa keterlibatan aparat penegak hukum dalam bisnis barang haram tersebut adalah pelanggaran berat.
Oleh sebab itu, hukuman yang dijatuhkan tidak boleh hanya sebatas sanksi etik atau administratif, melainkan harus menyentuh ranah hukum pidana.
“Kalau terbukti terlibat, bukan hanya dipecat dari kepolisian, tetapi juga harus dijerat pidana. Tidak boleh ada toleransi terhadap polisi yang justru terlibat dalam peredaran narkoba,” tegasnya.
Lebih lanjut, Abdullah menilai insiden ini sebagai alarm bagi Polri untuk melakukan pembenahan internal besar-besaran.
Baca Juga: Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
Menurutnya, pemberantasan narkoba di masyarakat akan mustahil dilakukan jika di dalam tubuh kepolisian sendiri masih terdapat oknum yang bermain.
“Kasus ini harus menjadi evaluasi serius bagi Polri untuk benar-benar membersihkan institusinya dari narkoba. Pemberantasan narkotika harus dimulai dari internal aparat penegak hukum,” ujarnya.
Lebih lanjut, Abdullah mewanti-wanti agar Polri menjaga profesionalisme dalam menangani perkara ini demi menjaga marwah institusi di mata masyarakat.
Penegakan hukum yang jujur dan berkeadilan menjadi kunci utama dalam memulihkan kepercayaan publik.
"Kepercayaan publik terhadap Polri harus dijaga. Karena itu, penanganan kasus ini harus dilakukan secara terbuka, tegas, dan tanpa pandang bulu,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Kasat Narkoba Tangsel Terseret Kasus Narkoba, Dua Polisi Diproses Pidana
-
Terancam Dipecat, Polri Impunitas Bagi Kasat Narkoba Tangsel yang Terjerat Kasus Sabu
-
Kasat Narkoba Polres Tangsel Diduga Pakai Etomidate, Bareskrim Serahkan ke Paminal
-
Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
Terkini
-
Pramono Yakin Obligasi Rp 3,5 Triliun Tak Akan Membebani Gubernur Jakarta Berikutnya
-
Kasat Narkoba Tangsel AKP Pardiman Ditangkap Bareskrim, Desakan Pecat dan Dipidana Menguat
-
Dibalik Tren Padel dan Gym: Kenapa Olahraga Sekarang Jadi Ajang Pamer Gaya Hidup?
-
Pemegang Kupon Siap-siap, Medco Energi Mau Lunasi Obligasi Rp600 Miliar
-
Jago Atur Liburan Mewah tapi Gagal Paham Arti Rumah, Resensi Novel Rumah
-
Memaknai Lagu Selesai: Saat Cinta dalam Diam Harus Belajar Melepaskan
-
"Venesia dari Timur" di China: Kota Air Berusia 900 Tahun Ini Siap Memukau Turis Indonesia
-
Berapa Gaji Gubernur BI? Ramai Disorot Usai Perry Warjiyo Mengundurkan Diri
-
Pelaut Indonesia Jadi Korban Serangan Misil di Selat Hormuz, Begini Kondisi Terkini
-
Serum Viva Warna Pink untuk Apa? Harganya Cuma Rp20 Ribuan, Cek Review Jujurnya!