News / Internasional
Rabu, 29 Juli 2026 | 13:51 WIB
PM Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump. (AFP)
Baca 10 detik
  • Donald Trump mengkritik Benjamin Netanyahu sebelum pertemuan diplomasi tertutup terkait konflik militer Iran.

  • Trump menyindir ketergantungan pertahanan Israel kepada Amerika Serikat dalam menghadapi ancaman nuklir Iran.

  • Benjamin Netanyahu mengklaim hasil pertemuan di Gedung Putih tetap berjalan positif dan produktif.

Meskipun diwarnai perbedaan pandangan, Netanyahu tetap berupaya menjaga persepsi publik bahwa hubungan kedua negara berada dalam kondisi solid.

“Sebab saya pikir, dalam banyak hal, ini adalah keputusannya,” kata Netanyahu sebelum pertemuan. “Jika dia bisa melakukannya tanpa kembali ke pertempuran sengit militer, itu bagus. Mengapa tidak?”

Usai pertemuan usai, PM Israel kembali menegaskan adanya kesamaan pandangan terkait ancaman nuklir Tehran.

Ia menyebut percakapannya dengan Trump penuh dengan kemitraan, saling mendukung, dan pemahaman bersama atas tujuan bersama kita untuk memastikan Iran tidak pernah memperoleh senjata nuklir, beserta tujuan-tujuan lainnya.

Konflik bersenjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran bermula dari peluncuran operasi militer bersama pada 28 Februari lalu. Perang yang telah berlangsung selama lima bulan ini memicu eskalasi di Timur Tengah, termasuk wilayah Tepi Barat, Gaza, dan Lebanon.

Ketegangan antarwilayah sempat mereda melalui Nota Kesepahaman (MoU) pada bulan Juni yang membuka kembali Terusan Hormuz dan menghentikan blokade laut AS. Namun, dorongan ganti rezim dari Israel serta perbedaan sikap atas program jet tempur F-35 membuat strategi diplomasi Washington dan Tel Aviv kerap berseberangan.

Load More