- Polda Metro Jaya mengungkap 769 kasus pencurian kendaraan bermotor dan menangkap 729 tersangka dalam Operasi Berantas Jaya.
- Para pelaku menggunakan atribut polisi palsu, kunci letter T, serta senjata api untuk menakut-nakuti korban.
- Petugas menyita barang bukti berupa 449 kendaraan, uang tunai, dan 11 pucuk senjata api dari para tersangka.
Suara.com - Polisi mengungkap adanya modus polisi gadungan dalam kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang diungkap Polda Metro Jaya melalui Operasi Berantas Jaya.
Hal ini diketahui dari barang bukti yang dipamerkan petugas saat konferensi pers di Polda Metro Jaya. Tampak kaus berlogo Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) beserta kartu identitas (ID card) kepolisian.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Iman Imanuddin, mengatakan dalam pengungkapan kasus tersebut tidak ada satu pun anggota Polri yang terlibat.
"Itu hanya digunakan sebagai bagian dari modus operandi yang dilakukan oleh para pelaku untuk menakut-nakuti masyarakat seolah-olah itu anggota kepolisian," jelas Iman di Polda Metro Jaya, Jumat (31/7/2026).
Meski operasi tersebut telah berakhir pada 18 Juli lalu, Iman mengatakan pihaknya akan tetap menggelar operasi rutin untuk menekan angka kejahatan jalanan.
"Kami tetap akan melakukan kegiatan operasi kepolisian rutin yang ditingkatkan," jelasnya.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya bersama Polres dan Polsek jajaran mengungkap 769 kasus pencurian kendaraan bermotor dalam Operasi Berantas Jaya. Operasi tersebut digelar pada 4–18 Juli 2026.
Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono, mengatakan dari ratusan kasus yang diungkap, petugas juga menangkap 729 tersangka.
"Beberapa tersangka adalah residivis yang berhasil diungkap oleh jajaran reskrim dan juga cukup banyak para pelaku baru curanmor yang diungkap," kata Dekananto di Polda Metro Jaya, Jumat.
Baca Juga: Polisi Bongkar 769 Kasus Curanmor, 11 Senjata Api hingga 119 Kunci T Disita
Dekananto merinci, dari 729 tersangka, sebanyak 35 orang merupakan residivis dalam kasus yang sama.
Ia juga menjelaskan bahwa dari ratusan kasus yang diungkap, pencurian masih didominasi modus lama, yakni menggunakan kunci letter T.
"Saya kira ini modus lama, kemudian juga ada kunci palsu, dan juga merampas kendaraan secara paksa atau begal," ucapnya.
Dari hasil pengungkapan tersebut, petugas menyita 428 unit kendaraan roda dua, 21 unit kendaraan roda empat yang diduga merupakan hasil tindak kejahatan, serta uang tunai senilai Rp10,7 juta.
"Ada 11 pucuk senjata api. Mungkin rekan-rekan mencermati beberapa kejadian curanmor itu pelaku melakukan perlawanan dengan senjata api," jelasnya.
Sebelas pucuk senjata api tersebut disita dari para tersangka yang melakukan pencurian kendaraan bermotor, baik menggunakan kunci letter T maupun dengan modus begal.
"Kita amankan senjata api yang digunakan oleh para pelaku pencurian kendaraan bermotor maupun kasus dengan cara modus begal," tandasnya.
Berita Terkait
-
Polisi Bongkar 769 Kasus Curanmor, 11 Senjata Api hingga 119 Kunci T Disita
-
Waspada Kemacetan! Ratusan Polisi Jaga Ketat Demo di Gambir dan Kantor Kredivo Sore Ini
-
Kejagung Tolak Komentar dan Serahkan Kasus Kematian Tak Wajar Sutrimo ke Polisi
-
Polisi Datang Pakai 7 Mobil, Keluarga Sutrimo Tetap Bungkam dan Tak Mau Lapor
-
Polda Metro Bongkar Sindikat Obat Keras di Kebon Kacang, 5 Pengedar Berhasil Diciduk
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Komplotan Curanmor di Jakarta Pakai Modus Polisi Gadungan untuk Intimidasi Korban
-
Legenda AC Milan Franco Baresi Meninggal Dunia, Pernah Terkesan dengan Suporter Indonesia
-
Segera Pensiun, Komjen Karyoto dan Fadil Imran Tak Dapat Perpanjangan Masa Dinas?
-
Polisi Bongkar 769 Kasus Curanmor, 11 Senjata Api hingga 119 Kunci T Disita
-
LPSK Proses Permohonan Perlindungan Saksi FH di Kasus TPPU Eks Jampidsus
-
Mata-Mata Iran Asal London Tertangkap Intip Pangkalan Militer Inggris di Siprus
-
Tak Cukup Putusan MK, PGRI Tagih Guru Jangan Dipaksa Menanggung Beban Tambahan
-
Ini Bukan Tinju! Pelatih Timor Leste Kirim Pesan Aneh Buat Timnas Indonesia
-
18 Nyawa Melayang di Usia Emas: Petaka Human Error di Jalan Raya Pringsewu Tembus 115 Kasus
-
Protes Tambang Nikel Raja Ampat, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk di Pembukaan GIIAS 2026