-
Iran memanfaatkan jeda gencatan senjata untuk melipatgandakan produksi rudal dan drone tempur.
-
Stok amunisi Iran diperkirakan masih tersisa mayoritas untuk menghadapi perang jangka panjang.
-
Eskalasi militer di Selat Hormuz terus mengancam keamanan jalur pelayaran kapal komersial dunia.
“Kemampuan rudal kami telah didistribusikan di negara yang luas ini. Komponen rudal diproduksi di tempat-tempat yang bahkan tidak dapat mereka bayangkan,” kata mantan komandan IRGC tersebut.
Aksi pendudukan pulau-pulau strategis di wilayah selatan diprediksi bakal menelan biaya operasional yang sangat mahal bagi Amerika Serikat. Iran menegaskan bahwa pengerahan kekuatan militer tidak akan pernah bisa membuka kembali akses lalu lintas Selat Hormuz secara paksa.
“Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali melalui serangan militer,” katanya.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memuncak sejak eskalasi militer terbuka meletus pada 28 Februari. Konflik ini memicu pertempuran sengit yang melibatkan kekuatan udara dan laut di sepanjang kawasan strategis Selat Hormuz.
Upaya diplomasi sempat diusahakan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada bulan Juni dengan fasilitasi mediator regional seperti Oman. Namun, penangguhan MoU tersebut membuat situasi kembali memanas dan memicu kedua belah pihak meningkatkan kesiapsiagaan tempur.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan
-
Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji
-
Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset
-
John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura
-
Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi
-
Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG
-
Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini
-
Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR
-
Dinilai Keliru, Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan atas Inpres Koperasi Merah Putih
-
Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan