- Sekretaris SNSC Iran Mohammad Bagher Zolghadr menegaskan Selat Hormuz ditutup untuk Amerika Serikat pada Minggu (9/8/2026).
- Iran menuntut pencabutan sanksi, penghentian operasi militer, penarikan pasukan AS, dan pembayaran kompensasi ekonomi sebagai syarat pembukaan selat.
- Iran dan Oman menyepakati rute pelayaran Selat Hormuz pada Rabu (5/8) untuk memperkuat koordinasi keamanan navigasi regional.
Suara.com - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah belum juga reda. Situasi kembali memanas setelah Teheran mengeluarkan pernyataan tegas terkait jalur perdagangan vital dunia, Selat Hormuz.
Iran menyatakan tidak akan membuka Selat Hormuz bagi kepentingan Amerika Serikat sebelum Washington memenuhi serangkaian syarat yang sangat berat.
Disitat dari Antara yang mengutip Sputnik, Minggu (9/8/2026), Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Iran, Mohammad Bagher Zolghadr, menegaskan bahwa posisi Iran saat ini adalah bentuk pertahanan diri terhadap tekanan ekonomi dan militer yang terus dilancarkan oleh Amerika Serikat.
Menurutnya, stabilitas di kawasan tersebut sangat bergantung pada perubahan perilaku AS terhadap kedaulatan Iran.
"Selat Hormuz tidak akan dibuka sampai AS memperbaiki sikapnya dan berhenti mengancam Republik Islam," katanya seperti dikutip Press TV.
Syarat Berat Iran untuk Amerika Serikat
Tuntutan yang diajukan oleh Teheran bukan sekadar retorika politik. Pejabat senior Iran tersebut merinci poin-poin krusial yang harus dipenuhi oleh Gedung Putih jika ingin melihat Selat Hormuz kembali beroperasi secara normal tanpa hambatan militer.
Syarat-syarat tersebut mencakup aspek keamanan, ekonomi, hingga kedaulatan wilayah.
Syarat-syarat yang disampaikan oleh pejabat senior Iran itu juga mencakup penghentian operasi militer terhadap Iran dan sekutunya, pencabutan sanksi serta blokade laut, penarikan pasukan AS dari wilayah di sekitar Iran, dan pembayaran kompensasi.
Baca Juga: Dua Warga Ditangkap Gegara Komentar Pidato Nuklir Prabowo, Amnesty: Negara Kembali Represif
Tuntutan pembayaran kompensasi menjadi poin yang paling disorot, mengingat kerugian ekonomi yang dialami Iran akibat sanksi sepihak yang dijatuhkan AS selama beberapa tahun terakhir.
Selain itu, kehadiran militer AS di perairan sekitar Teluk Persia dianggap sebagai ancaman langsung yang memicu ketidakstabilan rute pelayaran internasional.
Klaim Donald Trump
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan yang sedikit berbeda.
Trump mengklaim bahwa dirinya telah mengambil langkah mundur dari konfrontasi militer demi mengedepankan jalur diplomasi.
Ia menyebut adanya rintisan kesepakatan damai yang bisa menjadi solusi bagi kedua belah pihak.
Berita Terkait
-
Dua Warga Ditangkap Gegara Komentar Pidato Nuklir Prabowo, Amnesty: Negara Kembali Represif
-
Respons Istana Usai Polisi Tangkap Dua Orang Pengunggah Konten Prabowo Soal Nuklir Iran
-
Mossad Israel Pecat 2 Pejabat Senior Usai Rencana Gulingkan Pemerintah Iran Gagal
-
Media Timteng: Klaim Palsu Prabowo tentang Senjata Nuklir Iran Akan Merugikan Timur Tengah
-
Lonjakan Harga Minyak Dunia dan Isu Bunga Fed Buat Dolar AS Makin Perkasa
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!
-
Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan
-
Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo