News / Nasional
Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:28 WIB
Sungai Batanghari di Jambi. (Antara)
Baca 10 detik
  • Puluhan ton ikan mati setiap bulan di keramba warga Muaro Jambi akibat pencemaran Sungai Batanghari.
  • Pencemaran air dipicu oleh limbah tambang ilegal, limbah domestik, dan musim kemarau sejak tiga bulan terakhir.
  • Kerusakan lingkungan hulu sungai menurunkan jumlah spesies ikan drastis dari 300 menjadi 135 jenis.

Ivan meminta pemerintah melakukan langkah penyelamatan Sungai Batanghari secara lintas sektor. Ia juga mendorong agar Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) sehingga pemerintah pusat dapat terlibat dalam upaya pemulihan sungai.

"Ikan yang mati di keramba hanya contoh gejala di permukaan, masalah sebenarnya ada pada kerusakan ekosistem di bagian hulu yang harus dibenahi. Jika DAS Batanghari diselamatkan, sungai ini bukan sekadar sumber kehidupan, tetapi investasi besar yang menopang pertumbuhan ekonomi Daerah," jelas dia.

Ancaman terhadap ekosistem Batanghari juga terlihat dari menyusutnya jumlah spesies ikan yang hidup di sungai tersebut.

Peneliti ikan Sumatra sekaligus dosen Ilmu Biologi Universitas Jambi (Unja) Tedjo Sukmono mengatakan aktivitas pertambangan emas ilegal telah mengancam keberadaan biota perairan di Sungai Batanghari.

Tedjo menyebut Sungai Batanghari pada periode 1986-1994 tercatat memiliki sekitar 300 spesies ikan. Namun, jumlah tersebut terus berkurang seiring perubahan kondisi lingkungan.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada 2023, jumlah spesies ikan di Sungai Batanghari disebut tinggal sekitar 135 jenis.

Penurunan tersebut menunjukkan persoalan Sungai Batanghari bukan hanya mengenai ikan yang mati di keramba petani, melainkan menyangkut keberlangsungan ekosistem sungai secara keseluruhan.

Karena itu, Tedjo menilai diperlukan intervensi nyata untuk mencegah kerusakan semakin meluas, terutama dari pihak-pihak yang memiliki kewenangan dan pengaruh terhadap pengelolaan kawasan sungai.

"Perlu gerakan sosial untuk penyelamatan Sungai Batanghari, penyusunan rencana pengelolaan secara bersama dan terintegrasi," sebutnya.

Baca Juga: Semua Ikan di Langit: Novel Unik yang Mengajak Merenungi Arti Kehidupan

Load More