News / Internasional
Senin, 10 Agustus 2026 | 08:28 WIB
Eks Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper (ABC)
Baca 10 detik
  • Iran mengajukan syarat berat bagi AS untuk membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz.

  • Mantan Menhan Mark Esper menilai tuntutan Iran konyol dan menunjukkan posisi mereka di atas angin.

  • Militer AS mengalami kelangkaan rudal dan amunisi strategis di tengah eskalasi konflik Selat Hormuz.

"Kami memiliki yang lain di mana situasinya sedikit lebih ketat, dan kami mendapatkannya setiap hari."

Defisit persenjataan yang dialami militer Amerika Serikat saat ini bukan merupakan persoalan mendadak, melainkan akumulasi kebijakan jangka panjang sejak era Perang Dingin. Pengeluaran amunisi secara besar-besaran untuk membantu negara mitra dalam konflik lain turut mempercepat penipisan cadangan nasional.

"Ini adalah situasi serius yang terjadi sejak akhir Perang Dingin dan keputusan yang kita buat antara saat itu, dan kemudian dengan dimulainya perang Irak dan Afganistan," kata Esper.

"Dan sejujurnya, ini dipercepat selama pemerintahan Biden ketika kita menghabiskan amunisi atau memberikan amunisi ke Ukraina."

Load More