- Garudafood meresmikan fasilitas Rumah Maggot di Depok Jaya pada pekan ini untuk mengolah limbah dapur.
- Program sejak 2024 di tujuh kelurahan ini telah mengelola seratus ton sampah dan menghasilkan sembilan ton maggot.
- Pengolahan sampah organik rumah tangga ini berhasil mengurangi emisi karbon serta memberdayakan ekonomi masyarakat setempat.
Suara.com - Sampah organik masih menjadi salah satu penyumbang terbesar timbunan sampah rumah tangga di Indonesia. Ketika tidak dipilah dan diolah sejak dari sumbernya, sisa makanan dan limbah dapur akan berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA), menghasilkan emisi gas rumah kaca sekaligus mempercepat penuhya kapasitas tempat pembuangan sampah.
Di Kota Depok, salah satu pendekatan yang mulai dikembangkan untuk mengurangi persoalan tersebut adalah pengolahan sampah organik menggunakan larva lalat Black Soldier Fly (BSF) atau maggot. Salah satunya melalui Program Kampung Wirausaha Maggot yang dijalankan Garudafood sejak 2024.
Pekan ini, perusahaan tersebut meresmikan Rumah Maggot di Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas. Fasilitas serupa sebelumnya telah dibangun di Kelurahan Jatijajar dan Sukmajaya sebagai bagian dari pengembangan pengelolaan sampah organik berbasis komunitas.
Hingga Juni 2026, program ini tercatat telah mengelola lebih dari 100 ton sampah organik rumah tangga. Dari jumlah tersebut dihasilkan sekitar 9,7 ton maggot BSF dan diperkirakan berkontribusi mengurangi emisi hingga sekitar 325 ton setara karbon dioksida (COe).
Head of Corporate Communication and External Relations Garudafood, Dian Astriana, mengatakan program tersebut dirancang tidak hanya untuk mengurangi sampah organik, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan yang memiliki nilai ekonomi.
Salah satu penerima manfaat, Hadijah, yang memimpin kelompok budidaya maggot di Depok Jaya, mengatakan kelompoknya memulai kegiatan dengan belajar dari kelompok lain yang lebih dulu menjalankan program serupa.
"Panen perdana kami menghasilkan sekitar 20 kilogram maggot. Yang paling terasa adalah sekarang warga mulai terbiasa membawa sampah organiknya ke sini, bukan lagi membuangnya begitu saja," katanya.
Rumah maggot menjadi tempat pengolahan sampah organik sekaligus budidaya lalat BSF. Larva maggot mengonsumsi sisa makanan rumah tangga, sementara lalat dewasa berkembang biak di ruang khusus sehingga siklus budidaya dapat berlangsung secara mandiri tanpa bergantung pada bibit dari luar.
Sejak dimulai pada 2024, program tersebut telah menjangkau tujuh kelurahan di Kota Depok, yakni Jatijajar, Sukmajaya, Depok Jaya, Limo, Meruyung, Tanah Baru, dan Jatimulya, dengan melibatkan lebih dari 60 kepala keluarga.
Baca Juga: Melihat Tempat Pengolahan Sampah Organik di Jakarta Timur
Selain membantu mengurangi volume sampah yang dikirim ke TPA, hasil budidaya maggot dapat dimanfaatkan sebagai pakan ikan dan unggas, sedangkan sisa penguraiannya diolah menjadi pupuk organik. Mereka menyatakan program ini akan terus diperluas sebagai bagian dari upaya mendorong pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat dan ekonomi sirkular.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
Terkini
-
Drama Flower of Evil: Saat Seorang Detektif Harus Selidiki Suaminya Sendiri
-
Sampah Organik di Kota Depok Masih Menumpuk, Bisakah Maggot Menjadi Solusi?
-
Igor Tolic Ungkap Rahasia Persib Mudah Datangkan Pemain, Mariano Peralta Jadi Buktinya
-
Motor Listrik Nasional: Kemandirian Teknologi atau Sekadar Euforia Tukang Rakit?
-
Polda Metro Jaya Masih Analisis Berkas Laporan, Kapan Hotman Paris Dipanggil Polisi?
-
Gerindra: Prabowo dan Gibran Saling Melengkapi, Soal Tempat Duduk Jangan Didramatisir
-
Pembangunan Sekolah Rakyat di Parigi Moutong Resmi Memasuki Tahap Lelang
-
Beda Sanksi Administratif dan Korupsi, Pakar Bedah Kasus Dugaan Pidana Jabatan Eks Jampidsus
-
Gempa Guncang Gayo Lues Aceh
-
Tragis! Suami Istri Palestina Tewas Terbakar Gara-gara Serangan Brutal Israel