- Menko PMK Pratikno membuka pameran EDRR Indonesia 2026 yang diikuti delapan puluh perusahaan di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
- Pameran yang berlangsung hingga empat belas Agustus ini menampilkan teknologi keselamatan dan sistem tanggap darurat untuk mitigasi bencana.
- Pemerintah menargetkan Indonesia bertransformasi menjadi pusat keunggulan pengembangan teknologi kebencanaan dunia melalui kolaborasi internasional dan riset bersama.
Suara.com - Pameran internasional Emergency Disaster Reduction & Rescue (EDRR) Expo Indonesia 2026 resmi dibuka di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Digelar hingga 14 Agustus, pameran ini menghadirkan teknologi, peralatan darurat, serta solusi manajemen keselamatan untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana.
EDRR Indonesia 2026 dibuka Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno.
Pembukaan turut dihadiri Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala Basarnas Mohammad Syafii, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, serta sejumlah pejabat pemerintah dan perwakilan institusi internasional.
Lebih dari 80 perusahaan dalam dan luar negeri berpartisipasi dalam pameran tersebut.
Mereka membawa berbagai inovasi di bidang pencegahan, mitigasi, penyelamatan, teknologi keselamatan, hingga sistem tanggap darurat.
Pratikno menekankan bahwa teknologi peringatan dini tidak boleh berhenti sebatas sistem di ruang kendali.
Menurutnya, informasi mengenai potensi bencana harus segera diterjemahkan menjadi tindakan untuk menyelamatkan masyarakat.
“Peringatan dini hanya akan bermakna jika diikuti dengan aksi dini. Jangan sampai teknologi canggih hanya berhenti di ruang kendali, informasi harus menjadi aksi yang menyelamatkan warga,” ujar Pratikno.
Baca Juga: Neraca Dagang RI Surplus US$3,58 Miliar, Juni Malah Defisit
Pratikno menyebut Indonesia menghadapi hampir 5.000 bencana setiap tahun.
Kondisi tersebut membuat penguatan sistem mitigasi dan respons bencana menjadi kebutuhan mendesak.
Pemerintah juga menargetkan Indonesia tidak sekadar menjadi pasar teknologi kebencanaan, tetapi mampu menjadi pusat pengembangan teknologi di sektor tersebut.
“Target kita jelas: Indonesia menjadi Center of Excellence teknologi kebencanaan dunia bukan hanya laboratorium bencana apalagi supermarket bencana,” tegasnya.
Menurut Pratikno, pemerintah mendorong kemandirian teknologi melalui alih teknologi, riset bersama, serta investasi langsung.
EDRR 2026 diharapkan menjadi ruang yang mempertemukan pemerintah, industri, peneliti, dan investor untuk menghasilkan solusi nyata.
Berita Terkait
-
Neraca Dagang RI Surplus US$3,58 Miliar, Juni Malah Defisit
-
Amnesty Bantah Hukuman Mati Bikin Koruptor Jera: Hanya Mitos
-
Diskon Dimsum di Super Yumcha Khusus Nasabah BRI, Cek Cara Dapatkannya!
-
Puan Maharani Ungkap 4 Nama Calon Petinggi BI Pilihan Presiden
-
Berlatih 2 Kali Sehari, Shin Tae-yong Pakai Metode Timnas Indonesia di Persija
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk