- Ratusan warga dari berbagai daerah antre sejak dini hari demi mengikuti upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka, Jakarta.
- Seskab Teddy Indra Wijaya terkejut dan mengapresiasi dedikasi warga Sulawesi Selatan serta Kebumen yang rela datang lebih awal.
- Pemerintah menyediakan 16.000 kursi di Istana Kepresidenan dengan 80 persen kuota dialokasikan khusus bagi masyarakat umum.
Suara.com - Gempita peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8), menyuguhkan pemandangan luar biasa.
Bukan sekadar seremoni, antusiasme warga tahun ini benar-benar meledak.
Bayangkan saja, saat sebagian besar penduduk Jakarta masih terlelap, ratusan warga sudah tampak menyemut di depan gerbang Istana demi mendapatkan posisi terbaik dalam upacara sakral tersebut.
Berdasarkan unggahan akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet (@sekretariat.kabinet), Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya yang tengah memantau situasi di Kompleks Istana Kepresidenan pun dibuat terkejut.
Ia mendapati barisan warga yang sudah mengantre sejak dini hari.
Dalam sebuah momen hangat, Teddy menghampiri salah satu warga yang tampak tegap meski udara pagi masih menusuk tulang.
"Ini ngapain? Jam 03.00 WIB pagi sudah antre?" tanya Teddy dengan nada heran sekaligus kagum.
Jawaban sang warga pun mengejutkan.
"Iya, Pak, dari jam 02.00 WIB," sahutnya singkat namun penuh semangat.
Baca Juga: Ada Pesta Rakyat hingga Kirab Bendera di Jakarta, Belasan Ribu Personel Dikerahkan saat HUT ke-81 RI
Kesetiaan para warga ini kian bermakna saat diketahui mereka datang dari penjuru tanah air. Kepada Teddy, warga tersebut mengaku jauh-jauh datang dari Sulawesi Selatan.
Tak hanya itu, Teddy juga menyapa warga lain yang berasal dari Kebumen, Jawa Tengah.
Perjuangannya tak kalah heroik; ia mengaku langsung meluncur ke Istana begitu menginjakkan kaki di ibu kota.
"Kebumen, Jawa Tengah, tadi sampai di Gambir jam 01.00 WIB," kata warga tersebut kepada Seskab.
Melihat penampilan mereka yang rapi dan siap mengikuti upacara, Teddy pun penasaran dengan persiapan teknis mereka di tengah waktu yang sangat mepet.
"Dandannya di mana?" tanya Teddy lagi.
Berita Terkait
-
LIVE STREAMING: Kirab Bendera Sang Merah Putih dari Monas Menuju Istana Merdeka
-
81 Tahun Indonesia Merdeka, Mengapa Pesepeda Jakarta Masih Merasa 'Terjajah' di Jalanan?
-
Ada Pesta Rakyat hingga Kirab Bendera di Jakarta, Belasan Ribu Personel Dikerahkan saat HUT ke-81 RI
-
20 Twibbon HUT ke-81 RI untuk Anak-anak, Desain Lucu dan Gratis
-
Apa Arti Dirgahayu? Ini Cara Penulisan yang Benar untuk Ucapan HUT RI
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Tol Palembang-Betung Segera Dibuka, Warga Sumsel Bisa Menempuh Perjalanan Lebih Cepat saat Nataru 20
-
Pemkab Bogor Siapkan Tim Medis dan Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT
-
Bikin Seskab Teddy Kaget! Warga Sudah Antre di Istana Sejak Jam 2 Pagi: Dandannya di Mana?
-
Dana SAL Ditarik, Bank BUMN Masih Bisa Salurkan Kredit?
-
Bareskrim Tangkap 197 Orang dalam Penggerebekan Kasino Di Batam
-
LIVE STREAMING: Kirab Bendera Sang Merah Putih dari Monas Menuju Istana Merdeka
-
81 Tahun Indonesia Merdeka, Mengapa Pesepeda Jakarta Masih Merasa 'Terjajah' di Jalanan?
-
5 Penyebab Hair Dryer Bau Gosong, Tak Selalu Tanda Sudah Rusak
-
Jadi Incaran Anak Muda, Kehadiran Honda Vario Evo 160 Gairahkan Penjualan Vario Series
-
50 Keluarga di Selayar Masih Bertahan di Pengungsian