- Bareskrim Polri menggeledah rumah dan kantor di Tanjung Priok, Jakarta Utara, terkait penyelundupan emas pada Senin, 17 Agustus 2028.
- Petugas menyita barang bukti berupa mesin pengolah, uang, serta pakaian dalam termodifikasi yang digunakan untuk menyembunyikan logam mulia.
- Pelaku menggunakan modus baru dengan melebur emas menjadi serbuk kenyal demi mengelabui pemeriksaan petugas saat dikirim ke Dubai.
Suara.com - Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggeledah dua lokasi di Jakarta Utara (Jakut) terkait kasus penyelundupan emas ilegal ke Dubai pada Senin (17/8/2028).
Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri, Brigjen Pol M Irhamni mengatakan, dua lokasi yang digeledah petugas, yakni sebuah rumah dan kantor di wilayah Tanjung Priok.
"Kami telah melakukan kegiatan pengembangan atas terungkapnya penyelundupan emas ke Dubai," kata Irhamni dalam keterangannya, Selasa (18/8/2026).
Irhamni menyebutkan, lokasi pertama yang digeledah merupakan tempat tinggal warga negara India yang sebelumnya ditangkap. Lokasi kedua merupakan tempat mereka untuk melakukan transaksi emas ilegal tersebut.
Dari lokasi disita barang bukti 20 buah Celana Dalam pria yang sudah dimodifikasi kantong, 104 buah celana dalam pria, dan 57 pakaian dalam wanita.
Kemudian, mesin uang, mesin cek kadar emas, bubuk hitam, kepingan logam diduga emas, mesin jahit untuk modifikasi pakaian dalam, mesin lebur, dan lain sebagainya.
"Mereka beroperasi di sini, sesuai dengan keterangan saksi masyarakat sekitar, kurang lebih delapan bulan," ujarnya.
Irhamni menegaskan dalam kegiatan penggeledahan ini pihaknya akan berkoordinasi dengan Ditjen Imigrasi untuk mengetahui secara pasti terkait perlintasan para pelaku.
"Nantinya dengan rekan-rekan di Bandara Soekarno-Hatta, Bea Cukai, kemudian dengan PPATK juga untuk menelusuri semua aliran transaksi keuangan," sebutnya.
Baca Juga: WN Korea Ditangkap di Soekarno-Hatta, Coba Selundupkan 8 Biawak Langka ke Seoul
Dilebur sampai Kenyal
Irhamni mengungkap modus dari kasus penyelundupan emas ilegal ke Dubai dengan cara dilebur menjadi serbuk dan mencampurkannya dengan bahan kimia sehingga menjadi kenyal.
Hal itu terungkap berdasarkan hasil penggeledahan di sebuah rumah dan kantor kawasan Jakarta Utara (Jakut).
"Dugaan modus baru dengan cara melebur emas menjadi serbuk, kemudian diberikan obat kimia dan pewarna sehingga serbuk emas menjadi seperti gel," ungkapnya.
Setelah kenyal, para pelaku menyembunyikan emas tersebut ke pakaian dalam pria dan wanita yang sudah dimodifikasi. Karena teksturnya yang kenyal emas bisa tidak terdeteksi dan bisa mengelabui petugas.
Modus itu diperkuat dengan barang bukti 20 buah Celana Dalam pria yang sudah dimodifikasi kantong, 104 buah celana dalam pria, dan 57 pakaian dalam wanita.
Sebelumnya, Bareskrim Polri menangkap dua warga negara asing (WNA) asal India yang diduga terlibat dalam kasus penyelundupan emas ilegal ke Dubai. Keduanya ditangkap usai pihak kepolisian menggeledah dua apartemen di kawasan Jakarta Utara.
Mereka diduga menyelundupkan emas secara ilegal, hal itu diperkuat dengan barang bukti yang sudah disita sebanyak dua kilogram emas batangan dan 18 kilogram residu hasil pengolahan emas.
Berita Terkait
-
WN Korea Ditangkap di Soekarno-Hatta, Coba Selundupkan 8 Biawak Langka ke Seoul
-
Bareskrim Ungkap Modus Pengolahan Emas Ilegal di Apartemen Sunter
-
Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim
-
28 Ton Pasir Timah Ilegal Disita Bareskrim, 97 Karung Siap Dikirim ke Malaysia
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Jelang Demo Mahasiswa Hari ini, 21 Orang Bawa Bom Molotov Ditangkap Polisi
-
Rumah Susanah yang Diklaim Prabowo Pengupas Bawang Mendadak Dipasang Garis Polisi
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
Terkini
-
Mobil Terlaris Suzuki 2026 Januari hingga Juli: Carry Jadi Tulang Punggung
-
PMI Siapkan Operasi Besar Penanganan Gempa NTT
-
Bongkar Keseruan BRI di FKS 2026: Kulineran Enak, Dapat Gadget Pula!
-
5 Rekomendasi Sunscreen untuk Memudarkan Bekas Jerawat Hitam sesuai Review
-
A Pocket Full of Rocks: Sebuah Perayaan Kecil tentang Masa Kanak-Kanak
-
5 Smart TV 32 Inch Murah dengan Fitur Unggulan, Ada Dolby hingga AI
-
Bareskrim Geledah Markas Penyelundup Emas Dubai di Jakut, Ratusan Celana Dalam Modifikasi Disita
-
Review Implora Luminous Brightening Serum, Cuma Rp30 Ribuan Bikin Wajah Cerah Maksimal?
-
BLEACH Hadirkan Yuki Kaji sebagai Toshiro Hitsugaya dalam Complete Bankai
-
Gempa M7,7 Guncang Flores: Wae Rebo, Kelimutu, dan Goa Rangko Ditutup Sementara