- Lulusan sarjana sulit mendapat kerja karena minim keterampilan praktis.
- Teknologi baru dan tekanan industri membuat perusahaan mengurangi tenaga kerja serta mencari pekerja yang menguasai keterampilan praktis.
- Pemerintah disarankan memperbanyak pusat pelatihan keterampilan alih-alih mendirikan perguruan tinggi baru untuk mengatasi pengangguran terdidik.
"Seharusnya perlu pendirian pusat pelatihan yang dapat menjadi jalan lebih cepat untuk meningkatkan keterampilan lulusan khususnya pada sarjana yang belum terserap pasar kerja," ujarnya.
Pengangguran Terdidik Tak Bisa Diatasi dengan Kampus Baru
Tadjuddin juga mengkritik rencana pemerintah mendirikan Universitas Republik Indonesia (URI).
Menurutnya, membangun perguruan tinggi baru bukan jawaban atas persoalan pengangguran terdidik yang membutuhkan solusi cepat.
Mencetak lulusan dari kampus baru membutuhkan waktu bertahun-tahun, sementara persoalan pengangguran sudah dihadapi lulusan yang tersedia saat ini.
"Bangsa ini sedang menghadapi pengangguran terdidik, itu tidak dapat diatasi dengan mendirikan perguruan tinggi," tegasnya.
Karena itu, ia mendorong pemerintah dan perguruan tinggi memperkuat pusat pelatihan vokasi yang terintegrasi dengan kebutuhan industri. Kurikulum pelatihan juga harus dibuat responsif terhadap perubahan teknologi dan permintaan pasar kerja.
Para sarjana yang belum mendapatkan pekerjaan, menurut dia, perlu segera dibekali keterampilan praktis yang memiliki nilai jual tinggi di industri.
"Kalau itu dapat terealisasi dengan baik, kemungkinan besar dalam dua atau lima tahun dapat menciptakan mungkin satu sampai dua juta penyerap pengangguran terdidik," tandasnya.
Baca Juga: Transaksi Judol Rp2,68 Miliar Terdeteksi di Keluarga Penerima Bansos Jawa Barat
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN