- Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo memperingatkan pemerintah soal ancaman perang kognitif.
- Perang kognitif menggunakan manipulasi narasi dan disinformasi untuk meruntuhkan kepercayaan publik serta legitimasi pemerintah.
- Pemerintah diminta memperkuat pertahanan informasi.
Informasi yang terus berulang dan disesuaikan dengan karakter pengguna berpotensi membentuk persepsi secara perlahan. Jika tidak diantisipasi, kondisi tersebut dapat memperlebar polarisasi dan menimbulkan ketidakpercayaan terhadap institusi negara.
Pemerintah Diminta Bersiap
Karena itu, Gatot meminta pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mempersiapkan diri menghadapi potensi perang kognitif.
Menurut dia, ancaman tersebut tidak boleh dipandang sebatas persoalan penyebaran informasi palsu di media sosial.
Pemerintah perlu memperkuat kemampuan menghadapi manipulasi informasi sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sebab, ketika kepercayaan publik terhadap sumber informasi resmi runtuh, kemampuan negara dalam menjalankan kebijakan juga ikut terancam.
"Ketika masyarakat tidak lagi percaya pada sumber informasi resmi, penyelenggaraan negara cepat atau lambat akan tidak efektif," pungkasnya.
Reporter: Alif Bintang
Baca Juga: 3.055 Gempa Susulan Guncang NTT, Masyarakat Diminta Tetap Tenang dan Waspada
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Pemadaman Karhutla di Habitat Harimau Pelalawan Terkendala Ketebalan Gambut
-
Bursa Kripto CFX Perkuat Komitmen Keberlanjutan Melalui Aksi Pelestarian Laut di Bali
-
Gatot Nurmantyo Wanti-wanti Prabowo! Ancaman Perang Kognitif Bisa Lumpuhkan Pemerintahan
-
Indonesia Peringkat 118 Dunia Saatnya John Herdman Buktikan Garuda Layak Juara FIFA ASEAN Cup
-
AI Makin Canggih, Penipuan Digital dan Deepfake Rugikan Indonesia Rp9,1 Triliun
-
Buronan Dugaan Korupsi Terminal Barang Dumai Ditangkap Kejagung di Aceh
-
Bikin Meleleh, Ini 5 Pasangan Paling Cocok untuk Zodiak Pisces yang Romantis
-
Bye Ketombe! 5 Pilihan Shampoo Bar Ramah Lingkungan yang Bikin Rambut Segar
-
Dirumorkan Balik ke Juventus, Adu Statistik Emil Audero vs Guglielmo Vicario
-
Kepala Bapanas dan Dirut Bulog Tinjau Langsung Penyaluran Bantuan Korban Gempa Flores