News / Nasional
Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:39 WIB
Gubenur Ahmad Luthfi saat menyapa pencari kerja di Job Fair dalam rangka memperingati Hari Jadi Ke-81 Provinsi Jawa Tengah di halaman Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah Kamis (20/8/2026).
Baca 10 detik
  • Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan bursa kerja pada 20–21 Agustus 2026.
  • Gubernur Ahmad Luthfi menyatakan kegiatan di halaman kantor Disnakertrans tersebut menyediakan 4.817 lowongan pekerjaan.
  • Bursa kerja ini juga membuka kesempatan inklusif bagi para pencari kerja dari kalangan penyandang disabilitas.

Suara.com - Sebanyak 4.817 lowongan kerja tersedia dalam gelaran bursa kerja (Job Fair) dalam rangka memperingati Hari Jadi Ke-81 Provinsi Jawa Tengah di halaman Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah.

Kegiatan yang diselenggarakan pada 20-21 Agustus 2026 itu nampak dipadati pelamar kerja sejak Kamis, 20 Agustus 2026. Sebagian membawa berkas lamaran, sementara yang lain mencari informasi perusahaan dan lowongan melalui telepon seluler. Berdasarkan, setidaknya 5.800 pencari kerja telah mendaftar melalui aplikasi milik Disnakertrans Jawa Tengah.

Kepala Disnakertrans Jawa Tengah Ahmad Aziz mengatakan, job fair secara tatap muka tetap diminati meskipun informasi lowongan dapat diakses secara daring melalui platform Ayo Kerjo selama 24 jam.

“Berdasarkan pengalaman selama ini, job fair yang konvensional atau offline seperti ini masih banyak diminati. Mereka bisa bertemu langsung dengan pihak perusahaan, mendalami kondisi kerjanya seperti apa, jabatannya seperti apa, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Sebanyak 40 perusahaan menempati stan yang tersedia dalam kegiatan tersebut. PT Kawasan Industri Kendal juga hadir dengan membawa delapan perusahaan, sehingga total perusahaan yang membuka kesempatan kerja mencapai 48.

Lowongan yang ditawarkan berasal dari berbagai sektor, mulai dari manufaktur, agrikultur dan alat berat, industri makanan dan jamu, kesehatan dan farmasi, keuangan, pariwisata dan perhotelan, hingga ritel.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan, job fair menjadi jembatan antara kebutuhan perusahaan dan masyarakat yang sedang mencari pekerjaan.

Menurut dia, kegiatan tersebut memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Perusahaan dapat memperoleh tenaga kerja sesuai kebutuhan, sedangkan pencari kerja mempunyai akses lebih luas terhadap lowongan yang tersedia.

“Di satu sisi perusahaan bisa mendapatkan tenaga kerja profesional. Di sisi lain, masyarakat bisa tertampung dari mana pun asalnya. Namun, yang terpenting adalah profesional,” ujarnya.

Baca Juga: Kemarau 3 Bulan, Warga Grobogan Gali Belik di Dasar Sungai

Luthfi menilai, peluang kerja di Jawa Tengah masih terbuka lebar. Namun, kompetensi pencari kerja harus terus ditingkatkan agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Job Fair dalam rangka memperingati Hari Jadi Ke-81 Provinsi Jawa Tengah di halaman Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah dipenuhi para pencari kerja Kamis (20/8/2026).

Job fair tersebut juga semakin inklusif, karena membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas. Sejumlah lowongan telah dikurasi dan secara khusus dapat dilamar oleh pencari kerja disabilitas.

Salah seorang penyandang tuna rungu, Sifa mengaku, bahkan datang dari Jawa Barat setelah mengetahui informasi job fair melalui Instagram. Dalam kegiatan itu, ia telah menyerahkan berkas lamaran kepada tiga perusahaan.

“Saya merasa bahagia. Acara seperti ini bisa memberikan informasi kepada teman-teman disabilitas,” kata Sifa.

Ia menilai pelayanan yang diberikan kepada peserta disabilitas sudah baik. Sifa berharap semakin banyak perusahaan membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.

“Saya berharap acara ini bisa mendukung teman-teman disabilitas serta memberikan lapangan pekerjaan dan kesempatan bagi mereka,” ujarnya.

Load More