News / Nasional
Jum'at, 21 Agustus 2026 | 15:56 WIB
Warga pati mendirikan posko di depan gedung DPR RI jelang aksi 27 Agustus. [Suara.com/Bagaskara]
Baca 10 detik
  • Aliansi Masyarakat Pati Bersatu mendatangi Gedung DPR RI pada 21 Agustus 2026 untuk persiapan aksi demonstrasi.
  • Massa yang dipimpin Supriyono Botok berencana mendirikan posko dan menginap di lokasi hingga aksi tanggal 27 Agustus 2026.
  • Tujuan pendirian posko tersebut adalah untuk mengawal pengesahan RUU Perampasan Aset dan pemberantasan korupsi di Indonesia.

Suara.com - Gelombang massa dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) mulai memadati area depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta. Mereka datang lebih awal untuk mempersiapkan aksi besar yang dijadwalkan pada 27 Agustus 2026 mendatang.

Tidak sekadar datang, massa yang dipimpin aktivis Supriyono alias Botok ini berencana membangun posko dan menetap di lokasi tersebut.

Koordinator AMPB, Supriyono Botok, menegaskan komitmen warga Pati untuk bertahan di depan pusat kekuasaan legislatif tersebut guna memastikan aspirasi mereka tersampaikan.

Aktivis Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yakni Supriyono alias Botok di depan gedung DPR RI, Jumat (21/8/2026). [Suara.com/Bagaskara]

"Ya rencana sama teman-teman kita akan menginap di depan gedung DPR, kita membuka posko. Saya berharap untuk teman-teman di Jakarta yang mendukung aksi 27 Agustus bisa berdonasi ya, seperti air mineral, snack, sembako dan lain-lain karena kita juga membuka dapur umum untuk logistik teman-teman di lapangan," ujar Botok saat ditemui di depan Gedung DPR RI, Jumat (21/8/2026).

Botok menjelaskan, logistik menjadi hal yang krusial karena massa akan terus berdatangan secara bertahap dari Jawa Tengah menuju Jakarta dalam beberapa hari ke depan.

"Untuk warga Pati yang rombongan dari bus berangkat tanggal 26 jam satu siang, untuk teman-teman yang memakai mobil pribadi nanti ke sini ada yang tanggal [23, 24, 25, 26]," jelasnya mengenai rencana kedatangan rombongan susulan.

Posko warga pati di depan gedung DPR RI. [Suara.com/Bagaskara]

Terkait teknis di lapangan, Botok menyebut posko yang mereka bangun saat ini akan mengandalkan fasilitas yang mereka bawa sendiri, termasuk armada yang digunakan sebagai pusat komando.

"Kita belum tahu ya kita pakai tenda, kalau kami sih cukup pakai mobil komando sudah cukup," pungkas Botok.

Warga Pati berharap posko tersebut dapat menjadi pusat konsolidasi bagi seluruh elemen masyarakat yang memiliki visi yang sama dalam mendukung pengesahan RUU Perampasan Aset Koruptor dan pemberantasan korupsi di Indonesia.

Baca Juga: Warga Pati Mulai Duduki Depan DPR, Siap Menginap hingga Aksi 27 Agustus

Load More