News / Nasional
Senin, 24 Agustus 2026 | 16:57 WIB
Bandara H. Asat Sampit yang dikepung Asap akibat kebakaran hutan. [Dok Kemenhub].
Baca 10 detik
  • Menhut Raja Juli Antoni meninjau penanganan karhutla di Kabupaten Kubu Raya.
  • Kalimantan Barat mencatat 28 titik panas dengan ancaman kabut asap yang masih membayangi kawasan gambut.
  • Titik panas secara nasional bergeser ke Sumatra, dengan Sumatra Selatan mencatat 127 titik terbanyak.

Suara.com - Jumlah titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat mulai menunjukkan tren penurunan. Namun, kondisi tersebut belum menjadi alasan untuk lengah karena ancaman kabut asap masih membayangi, terutama di kawasan lahan gambut.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyampaikan kondisi tersebut setelah meninjau langsung penanganan karhutla di Rasau Jaya Satu, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Senin (24/8/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Raja didampingi Gubernur Kalbar Ria Norsan, BMKG, jajaran TNI dan Polri, BNPB, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, serta relawan Masyarakat Peduli Api.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Sipongi) per pukul 23.59 WIB, Minggu (23/8/2026), masih terdapat 28 hotspot di Kalimantan Barat.

“Yang terbanyak itu di Ketapang 16, kemudian di Melawi 11, dan 1 ada di Kubu Raya,” kata Raja dalam keterangannya, Senin (24/8/2026).

Meski jumlah titik panas mulai melandai, Raja mengingatkan masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla untuk tetap waspada.

Menurut dia, tidak terdeteksinya hotspot di suatu wilayah bukan berarti ancaman kebakaran dan kabut asap telah sepenuhnya berakhir. Kondisi tersebut terutama perlu diwaspadai di wilayah gambut.

“Karena ini memang daerah gambut ya. Pembakaran tidak sempurna, sehingga asapnya lebih banyak ketimbang di tanah mineral,” ungkapnya.

Raja turut mengapresiasi kerja tim gabungan yang terus melakukan penanganan karhutla di lapangan. Sinergi tersebut melibatkan TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, BNPB, hingga relawan Masyarakat Peduli Api.

Baca Juga: Kapolda Riau Ungkap Modus Karhutla: Warga Disuruh Pura-Pura Mancing

Menhut Raja Juli Antoni meninjau penanganan karhutla di Rasau Jaya Satu, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Senin (24/8/2026). [Suara.com/Kemenhut]

Hotspot Bergeser ke Sumatra

Di tengah penurunan hotspot di Kalimantan Barat, kondisi karhutla secara nasional justru terus bergerak dinamis.

Raja menyebut konsentrasi titik panas saat ini mulai bergeser dari Kalimantan ke Pulau Sumatra. Sumatra Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 127 titik.

Posisi berikutnya ditempati Riau dengan 54 titik dan Jambi sebanyak 47 titik.

“Data lapangan sangat dinamis secara nasional, karena memang ini sangat sulit diprediksi,” pungkasnya.

Load More