Kronologi Lengkap Keracunan MBG di Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo, 516 Santri Jadi Korban

Kamis, 03 September 2026 | 14:01 WIB
Ilustrasi santri keracunan makan bergizi gratis. [Dok Suara.com/AI]
  • Sebanyak 516 santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo mengalami keracunan masif MBG.
  • Korban dilarikan ke delapan rumah sakit usai mengeluhkan pusing dan mual.
  • BGN menjatuhkan sanksi pembekuan operasional terhadap SPPG Kalitengah selama 30 hari.

Puluhan ambulans dikerahkan untuk melarikan korban ke setidaknya delapan rumah sakit di Sidoarjo.

Beberapa RS yang menjadi rujukan antara lain RSUD Sidoarjo, RSI Siti Hajar, RS Delta Surya, RS Pusura Gelam, hingga RS Fatimah.

Ketegangan sempat memuncak saat puluhan wali santri berkumpul di depan gerbang pondok dengan raut cemas, sementara personel TNI tampak berjaga di lokasi.

Total 516 Korban, Pihak Pondok Tegaskan Bukan Makanan Pesantren

Hingga data terbaru diverifikasi, total korban terdampak mencapai 516 orang.

Pihak Ponpes Manbaul Hikam melalui penanggung jawab bagian putra, Ferdiansyah, menegaskan bahwa sumber keracunan bukan berasal dari dapur pesantren.

"Kami luruskan kembali, ini makanan dari program MBG, bukan makanan yang disediakan pihak pesantren," tegasnya.

Ia juga memastikan kabar adanya santri yang meninggal dunia adalah hoaks.

Badan Gizi Nasional Jatuhkan Sanksi Berat ke Dapur SPPG

Menanggapi tragedi ini, Badan Gizi Nasional (BGN) langsung memberikan sanksi suspend (penghentian operasional) kategori berat selama 30 hari pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin selaku penyedia makanan.

Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, menyatakan pihaknya juga mengusulkan pencopotan Kepala SPPG yang bertanggung jawab.

"Langkah internal sudah diambil. Kami fokus pada penyelamatan dan kesehatan anak-anak. Sampel makanan sudah diambil untuk uji laboratorium guna memastikan penyebab pasti," jelas Ketut.

Hingga saat ini, sebagian besar santri telah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang.

Namun, puluhan lainnya masih menjalani perawatan intensif dan observasi di rumah sakit karena kondisi fisik yang belum stabil.

Polisi dan Dinas Kesehatan Sidoarjo masih terus mendalami dugaan adanya sayur basi dalam menu yang disajikan tersebut.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com