- Empat wilayah di Singapura mencatat kualitas udara tidak sehat akibat indeks standar polutan yang meningkat.
- Perubahan arah angin membawa asap kebakaran dari Kalimantan dan Sumatra selatan menuju wilayah Singapura.
- Badan Lingkungan Nasional Singapura memperkirakan cuaca kering berpotensi memperpanjang paparan kabut asap dalam beberapa hari ke depan.
Beberapa stasiun pemantauan di kawasan tersebut mencatat kualitas udara dari kategori sedang hingga tidak sehat.
Cuaca Kering Berpotensi Perpanjang Kabut Asap
NEA memperkirakan kondisi kering masih akan berlangsung di Singapura dan wilayah sekitarnya dalam beberapa hari ke depan.
Arah angin diprediksi tetap bergerak dari tenggara hingga timur-tenggara.
Kondisi tersebut berpotensi membuat Singapura terus terpapar asap dari kebakaran di kawasan sekitarnya.
NEA memperkirakan PSI 24 jam dalam 24 jam berikutnya berada pada kisaran sedang tinggi hingga tingkat tidak sehat menengah.
NEA telah mengeluarkan imbauan kabut asap setiap hari sejak 4 September 2026.
Saat itu, PSI di wilayah Tengah untuk pertama kalinya sejak 2023 masuk kategori tidak sehat.
Dalam klasifikasi PSI Singapura, angka 101 hingga 200 masuk kategori tidak sehat.
Sementara PSI 201–300 dikategorikan sangat tidak sehat dan angka di atas 300 masuk kategori berbahaya.