Asian Games 2026 Nagoya Diterjang Topan Dujuan, Jadwal Kompetisi Ditunda

Senin, 21 September 2026 | 15:20 WIB
Topan Dujuan menerjang kawasan Kanto Jepang hingga mengganggu jadwal pertandingan Asian Games di Nagoya. (BBC)
BACA 10 DETIK
  • Topan Dujuan mengganggu gelaran Asian Games di Nagoya dan menunda pertandingan cabang berkuda.

  • Sekitar 4.000 peserta di kapal Costa Serena terancam dievakuasi jika badai makin mendekat.

  • Penguatan fenomena El Nino memicu peningkatan intensitas pembentukan badai tropis di wilayah Pasifik.

Suara.com - Laju badai Topan Dujuan yang mendekati pesisir timur Jepang langsung mengganggu jalannya perhelatan Asian Games di Nagoya dan Prefektur Aichi. Penundaan jadwal pertandingan serta ancaman evakuasi kapal penginapan atlet menjadi dampak krusial di awal pesta olahraga ini.

Panitia penyelenggara terpaksa menggeser laga cabang berkuda yang semula dijadwalkan Senin menjadi hari Selasa. Perubahan agenda ini menjadi langkah antisipasi awal guna menjamin keselamatan para peserta kompetisi.

Kepala Kontingen Jepang untuk Asian Games, Kosei Inoue, menegaskan pihaknya terus berkoordinasi intensif bersama Komite Olimpiade Jepang. Langkah tersebut diambil guna memastikan tim penanganan siap bertindak cepat di tengah situasi darurat cuaca.

Bus yang membawa atlet dan ofisial melintas keluar dari Kapal Pesiar Costa Serena di Pelabuhan Nagoya, Aichi, Jepang, Jumat (18/9/2026). [ANTARA FOTO/Fauzan/wpa]

Kosei Inoue, kepala delegasi Jepang untuk Olimpiade, mengatakan kepada wartawan bahwa mereka sedang mengadakan pertemuan dengan Komite Olimpiade Jepang untuk memastikan mereka sepenuhnya siap dan mampu menanggapi situasi ini dengan tepat.

Kekhawatiran senada diungkapkan oleh pejabat olahraga lainnya terkait potensi risiko terburuk akibat badai. Keselamatan ribuan peserta yang berada di lokasi perhelatan kini menjadi prioritas utama.

"Yang bisa kami lakukan hanyalah berdoa agar skenario terburuk tidak terjadi," kata seorang pejabat olahraga lainnya, sebagaimana dilaporkan Asahi Shimbun.

Kondisi riskan juga mengintai sekitar 4.000 peserta yang menginap di kapal pesiar Costa Serena. Kapal megah tersebut terpaksa dipindahkan dari area pelabuhan jika jalur badai makin mendekati lokasi bersandar.

Seluruh penghuni kapal diwajibkan tetap berada di dalam kabin selama proses pemindahan armada berlangsung. Skenario pemindahan ini disiapkan hingga ancaman cuaca buruk benar-benar mereda di wilayah tersebut.

Wilayah Tokyo yang berada di kawasan Kanto mulai merasakan guyuran hujan deras beserta tiupan angin kencang. Fenomena cuaca ekstrem ini diperkirakan terus memburuk dalam beberapa jam ke depan.

Kawasan populer Shibuya bahkan mengalami penurunan jarak pandang yang signifikan akibat langit mendung dan hujan lebat. Petugas keamanan apartemen setempat melaporkan sejumlah warga tergelincir di area pintu masuk akibat lantai licin.

Pemerintah setempat menetapkan status siaga level tiga dari lima tingkatan peringatan cuaca di Shibuya. Peringatan ini mewajibkan kelompok lansia dan penyandang disabilitas untuk segera mengungsi dari lokasi rawan.

Terjangan badai ini bertepatan dengan masa libur nasional Silver Week yang sedang berlangsung di Jepang. Akibatnya, pergerakan masyarakat serta agenda perjalanan liburan warga menjadi terganggu parah.

Kawasan Pasifik barat daya saat ini mengalami siklus badai yang jauh lebih aktif dibanding tahun-tahun sebelumnya. Topan Dujuan mencatatkan diri sebagai badai ke-25 yang terbentuk di wilayah tersebut sepanjang tahun ini.

Laporan Tropical Storm Risk pada Agustus mengindikasikan lonjakan pembentukan topan hingga 60 persen di atas rata-rata historis. Fenomena El Nino yang menguat menjadi pendorong utama perubahan pola cuaca global tersebut.

Dampak El Nino memicu kekeringan di satu wilayah, namun memicu badai tropis serta banjir bandang di kawasan lain. Sebelum kedatangan Topan Dujuan, Prefektur Chiba di Jepang telah lebih dulu dihantam rekor curah hujan tinggi.

Bencana hujan lebat bulan lalu memicu status darurat tertinggi dan merendam permukiman di 22 kotamadya. Peristiwa mematikan tersebut merenggut delapan korban jiwa akibat luapan banjir yang masif.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com