Data Karhutla Kalsel Beda-Beda, BNPB Minta Semua Instansi Pakai Satu Data

Kamis, 24 September 2026 | 12:02 WIB
Kepala BNPB, Suharyanto. (bidik layar video)
BACA 10 DETIK
  • Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memimpin rapat koordinasi penanggulangan karhutla di Kalimantan Selatan pada Rabu, 23 September.
  • BNPB meminta seluruh unsur menyamakan data terkait luas lahan, personel, dan titik kebakaran melalui pelaporan satu pintu.
  • Sebanyak 62,15 dari total 125,31 hektare lahan terbakar berhasil dipadamkan, sedangkan sisanya masih dalam proses penanganan.

Suara.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih adanya perbedaan data dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan.

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto meminta seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla menyamakan data dan sistem pelaporan agar kondisi di lapangan dapat terpantau secara utuh.

Hal itu disampaikan Suharyanto saat memimpin Rapat Koordinasi Penanggulangan Karhutla Kalimantan Selatan kemarin, Rabu (23/9).

Menurut Suharyanto, perbedaan data masih ditemukan dalam laporan dari sejumlah unsur di lapangan. Karena itu, diperlukan integrasi data lintas instansi dan pelaporan melalui satu pintu.

“Jangan sampai upaya yang luar biasa di bawah ini tidak tersampaikan. Setiap ada hal-hal yang kurang, kita langsung melaksanakan komunikasi,” ujar Suharyanto dalam pernyataannya, Kamis (24/9/2026).

Ia menekankan, data yang perlu disinkronkan tidak hanya mengenai titik kebakaran. Informasi mengenai luas lahan terbakar, hasil pemadaman, jumlah personel hingga kebutuhan dukungan di lapangan juga harus menjadi satu data yang dapat digunakan bersama.

Keseragaman data dinilai penting untuk menentukan prioritas penanganan karhutla di masing-masing wilayah.

Dengan data yang sama, seluruh unsur penanganan dapat mengetahui jumlah hotspot, titik kebakaran nyata, luasan lahan terdampak hingga kebutuhan kekuatan pemadaman di setiap kabupaten.

Data tersebut juga menjadi dasar dalam menentukan pengerahan sumber daya agar lebih tepat sasaran.

Selain pemerintah daerah, penanganan karhutla di Kalimantan Selatan melibatkan TNI, Polri, Manggala Agni, relawan dan masyarakat.

BNPB menilai koordinasi antarunsur tersebut perlu terus diperkuat agar upaya pemadaman yang dilakukan di lapangan dapat tercatat dan dilaporkan secara utuh.

Berdasarkan data yang dihimpun BNPB per Selasa (22/9), total target penanganan karhutla di Kalimantan Selatan mencapai 125,31 hektare.

Dari luasan tersebut, sebanyak 62,15 hektare lahan terbakar telah berhasil dipadamkan. Sementara 63,16 hektare lainnya masih dalam penanganan.

BNPB meminta seluruh unsur terus memperkuat penanganan dalam beberapa waktu ke depan. Pasalnya, potensi karhutla masih perlu diantisipasi hingga memasuki musim hujan yang diprediksi datang pada Dasarian I November.

Penguatan koordinasi dan integrasi data diharapkan dapat membantu menjaga penanganan karhutla tetap terkendali, sekaligus mencegah munculnya titik kebakaran baru.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com