Gede Pasek Curiga Skenario Suksesi di Balik Polemik Ijazah Gibran, Soroti Sikap 'Pasif' Kubu Prabowo

Kamis, 24 September 2026 | 18:54 WIB
Ketua Umum PKN Gede Pasek Suardika usai daftarkan partainya ikut pemilu 2024 di KPU. (Suara.com/Bagaskara)
BACA 10 DETIK
  • Ketua Umum PKN Gede Pasek Suardika menyoroti sikap pasif kubu Prabowo Subianto terhadap polemik ijazah Gibran Rakabuming Raka di MK pada Kamis (24/9/2026).
  • Pasek menyatakan masalah pencalonan harus dihadapi bersama karena pasangan capres dan cawapres merupakan satu kesatuan hukum yang tidak terpisahkan dalam Pilpres 2024.
  • Ia menduga serangan terhadap Gibran memiliki dimensi politik terkait ambisi suksesi kekuasaan dan mendesak tim pemenangan memberikan dukungan totalitas.

Lebih jauh, Pasek menilai tim pemenangan Prabowo-Gibran semestinya memberikan dukungan lebih kuat kepada Gibran dalam menghadapi polemik tersebut.

Ia mempertanyakan sikap yang menurutnya tidak menunjukkan soliditas seperti ketika pasangan tersebut berjuang dalam Pilpres 2024.

“Seharusnya tim pemenangan Prabowo-Gibran totalitas ikut "berperang" melawan serangan ini. Bukan malah jadi penonton dan menikmati kekuasaan sambil membiarkan pencalonan Wapres dibiarkan diobok-obok,” ungkapnya.

Pasek kemudian menggunakan analogi makanan untuk menggambarkan apa yang menurutnya terjadi setelah pasangan Prabowo-Gibran memenangkan Pilpres.

“Memang ketika kue sudah tersaji, lupa bagaimana bahan-bahan itu dikumpulkan dan dimasak bersama untuk dinikmati. Kesetiaan dan kesolidan perjuangan seringkali dilupakan ketika rebutan makanan kekuasaan berjalan. Bahkan seringkali pengkhianatan yang muncul akibat ingin menikmati lebih,” katanya.

Dari situ, Pasek menduga polemik yang menyasar Gibran tidak semata-mata berkaitan dengan persoalan hukum, tetapi berpotensi memiliki dimensi politik terkait suksesi kekuasaan.

Namun, dia tidak menyebut secara terbuka siapa pihak yang menurutnya berada di balik dugaan skenario tersebut.

“Kalau mau dilihat secara kasat mata sebenarnya sangat terlihat dari kutub mana permainan ini dijalankan. Tentu mereka yang sudah menyiapkan ambisi untuk bisa menggantikan Gibran. Urut saja latar belakang para pentolannya yang bergerak, akan tahu darimana sebenarnya pemegang remote permainannya dan bagaimana guratan lukisan skenario diawali,” tambahnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com