Kemenangan Pengepul Sampah di Pilkades Bekasi Disorot Media Asing: Duit Tak Berpengaruh

Kamis, 24 September 2026 | 19:42 WIB
Seorang pengepul sampah mencuri perhatian media asing setelah berhasil meraih suara terbanyak dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Desa Mekarwangi, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. [Istimewa]
BACA 10 DETIK
  • Pengepul sampah bernama Surya berhasil mengalahkan petahana dalam Pilkades Mekarwangi Kabupaten Bekasi tahun 2026.
  • Surya memperoleh 4.107 suara dan menang tipis atas Subur Rustadi dengan selisih 92 suara.
  • Kemenangan Surya yang hidup sederhana menjadi sorotan media Malaysia karena dianggap bagaikan semut melawan gajah.

Suara.com - Seorang pengepul sampah mencuri perhatian media asing setelah berhasil meraih suara terbanyak dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Desa Mekarwangi, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Surya, 46, warga Kampung Rawa Banteng Kaum, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cikarang Barat, berhasil mengalahkan kepala desa petahana, Subur Rustadi, dalam pemungutan suara tersebut.

Berdasarkan hasil penghitungan suara, Surya memperoleh 4.107 suara, sedangkan Subur mendapatkan 4.015 suara. Surya unggul tipis dengan selisih hanya 92 suara.

Kemenangan Surya menjadi sorotan media Malaysia, Sinar Harian karena kehidupannya jauh dari kesan mewah.

Sehari-hari, ia bekerja memilah limbah pabrik yang masih memiliki nilai jual.

Dari pekerjaan tersebut, Surya memperoleh penghasilan sekitar Rp1 juta hingga Rp2 juta per bulan.

Penghasilan itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus membayar tiga pekerja yang membantunya.

Disebut seperti Semut Melawan Gajah

Kondisi ekonomi Surya sempat membuat sejumlah pihak mempertanyakan keputusannya maju sebagai calon kepala desa.

Ia bahkan mengaku sempat mendapat komentar bahwa orang yang hidup dalam keterbatasan ekonomi tidak seharusnya mencalonkan diri karena membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

“Orang susah tidak mempunyai uang, tetapi mau bertanding. Begitulah kata orang sekeliling,” kata Surya.

"Pencalonan Surya kemudian diibaratkan seperti “semut melawan gajah”, terutama karena ia harus berhadapan dengan kandidat yang dinilai memiliki sumber daya lebih besar," ulas media Malaysia.

"Namun, keraguan tersebut tidak membuat Surya mundur. Ia tetap percaya bahwa kondisi ekonomi seseorang bukan satu-satunya faktor yang menentukan hasil pemilihan," sambung media Malaysia itu.

Surya akhirnya membuktikan keyakinannya melalui hasil pemungutan suara.

Ia berkomitmen menggunakan kemenangan tersebut untuk memperjuangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Desa Mekarwangi.

“Rezeki bukan manusia yang menentukan. Kita percaya kepada Yang Maha Kuasa. Saya yakin akan berhasil,” ujarnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com