Diberhentikan dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Disebut Bakal Jadi Kepala KSP

Kamis, 01 Oktober 2026 | 12:46 WIB
Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Wapres Gibran Rakabuming Raka di Lubang Buaya. (Tangkap layar)
BACA 10 DETIK
  • Presiden Prabowo Subianto dikabarkan merombak kabinet pada Kamis, 1 Oktober 2026, bersamaan dengan pergantian Kapolri.
  • Jenderal Listyo Sigit Prabowo disetujui DPR digantikan Jenderal Suyudi Ario Seto dan segera dilantik sebagai KSP.
  • Sejumlah petinggi Polri dirotasi menempati posisi baru, termasuk Wakil Kepala Polri yang dipersiapkan memimpin lembaga reformasi agraria.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto dikabarkan bakal kembali melakukan pergantian komposisi alias reshuffle kabinet, Kamis (1/10/2026). 

Itu seiring dengan pergantian Kapolri yang sebelumnya dijabat Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjadi Jenderal Suyudi Ario Seto yang telah disetujui DPR pada hari ini juga.

Setelah persetujuan pergantian kapolri tersebut, beredar informasi bahwa Listyo Sigit Prabowo tak lama-lama menanggur.

Listyo dikabarkan bakal dilantik menjadi Kepala Kantor Staf Presiden atau KSP, yang saat ini dijabat oleh Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman.

Tak hanya itu, sejumlah jenderal Polri juga bakal menempati posisi baru kali ini. Wakapolri yang saat ini menjabat, yakni Komjen Dedi Prasetyo disebut-sebut bakal menjabat  Kepala  Badan Reformasi Agraria Nasional (BRAN) yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden Prabowo.

Selanjutnya, Kepala Badan Pemelihara Keamanan Komjen Karyoto yang sebelumnya digadang-gadang menjadi kapolri, justru dikabarkan diposisikan sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Untuk diketahui, jabatan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan kini tengah kosong setelah Silmy Karim ditangkap KPK beberapa waktu lalu.

Dilantik Siang Ini

Ketua DPR RI, Puan Maharani, mengonfirmasi prosesi pelantikan akan dilakukan segera setelah waktu Zuhur, Kamis siang.

Puan sendiri telah memastikan bahwa berkas penetapan hasil rapat paripurna akan langsung ia tandatangani untuk segera diserahkan kepada pihak Istana.

"Setelah saya tanda tangani sebagai Ketua MPR, langsung dikirim ke bapak presiden," kata Puan.

Puan juga menegaskan bahwa percepatan proses ini dilakukan demi menjaga stabilitas keamanan nasional agar tidak terjadi kekosongan kepemimpinan di institusi kepolisian.

Kesiapan agenda pelantikan ini turut dibenarkan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi.

Menurutnya, saat ini seluruh administrasi yang diperlukan untuk pelantikan orang nomor satu di kepolisian tersebut tengah dipersiapkan.

“Insyallah. Kini lagi dipersiapkan administrasinya," kata Pras.

Namun, ketika disinggung mengenai kemungkinan adanya agenda pelantikan pejabat negara lainnya dalam kesempatan yang sama, Prasetyo Hadi memilih untuk tidak memberikan keterangan lebih lanjut.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com