- Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto resmi mengganti slogan Polri menjadi Polisi Bersama Masyarakat pada Senin, 5 Oktober 2026.
- Irjen Johnny Eddison Isir menyatakan kebijakan baru ini bertujuan menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi utama tugas kepolisian.
- Presiden Prabowo melantik Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri baru di Istana Negara pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Suara.com - Institusi Polri resmi mengganti slogan Presisi, menjadi Polisi Bersama Masyarakat. Perubahan arah dan semangat baru di tubuh Korps Tribrata ini bergulir di bawah komando Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto.
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Johnny Eddison Isir, mengatakan tagline ini menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
"Kritik dan masukan dari masyarakat juga harus dipandang sebagai bahan evaluasi untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan dan pelaksanaan tugas,” ujar Johnny, dalam keterangannya, Senin (5/10/2026).
Polri juga diharapkan dapat hadir untuk mendengar aspirasi, memberikan pelayanan, memberikan perlindungan, serta memastikan kepastian hukum dan keamanan di tengah masyarakat.
“Polisi Bersama Masyarakat bukan sekadar tagline, tetapi semangat yang harus diwujudkan dalam setiap pelaksanaan tugas,” jelas Johnny.
Johnny mengatakan, semangat tersebut telah disampaikan kepada seluruh jajaran Polri agar diterapkan dalam menjalankan pelayanan maupun penegakan hukum.
Setiap anggota diharapkan mampu membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat dan merespons kebutuhan yang ada di lapangan.
“Polisi Bersama Masyarakat berarti Polri tidak berjarak dengan masyarakat, tetapi hadir, mendengar, bekerja bersama, dan memberikan solusi atas kebutuhan masyarakat,” tutur Johnny.
Sebagai informasi, Presiden Prabowo melantik Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri baru, didampingi oleh Komjen Pol Wahyu Hadiningrat yang dipercaya mengemban amanat sebagai Wakapolri di Istana Negara, Kamis (1/10/2026).
Jenderal Listyo Sigit Prabowo setelah tidak lagi menjadi Kapolri kini resmi menduduki posisi strategis di lingkaran inti Istana sebagai Kepala Staf Presiden (KSP).
Sementara itu, Jenderal Dedi Prasetyo turut mendapat penugasan baru dari Presiden untuk memimpin Kepala Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN).