Skor SPI Pendidikan 2026 Naik, KPK Ingatkan Masih Ada Daerah yang Perlu Berbenah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:29 WIB
Ketua KPK Setyo Budiyanto di Gedung Juang KPK, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2026). (Suara.com/Dea)
BACA 10 DETIK
  • Komisi Pemberantasan Korupsi mengumumkan skor Survei Penilaian Integritas Pendidikan 2026 mencapai 73,30 atau masuk kategori adaptif.
  • Ketua KPK Setyo Budiyanto menyampaikan kenaikan skor tersebut di Gedung Juang KPK, Jakarta Selatan, pada Selasa.
  • Survei yang mencakup satuan pendidikan dasar hingga perguruan tinggi ini melibatkan 42.810 responden secara keseluruhan.

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan skor Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2026 mencapai 73,30 atau masuk kategori adaptif.

Ketua KPK Setyo Budiyanto mengatakan skor tersebut meningkat dibandingkan dua tahun sebelumnya yang berada di angka 69,5.

"Kita bersyukur ya skornya sudah cukup tinggi, posisinya adalah adaptif 73 poin sekian dibandingkan dua tahun sebelumnya 69,5 ya," kata Setyo di Gedung Juang KPK, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2026).

Meski mengalami peningkatan, Setyo mengatakan masih terdapat sejumlah daerah dengan skor SPI Pendidikan yang masuk kategori korektif. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan masih ada ruang yang perlu diperbaiki.

"Saya berharap semua pihak tidak alergi manakala kemudian ada daerah yang tertentu yang kemudian dianggap masih kurang. Kesempatan untuk kita perbaiki," ujarnya.

Setyo menekankan bahwa upaya pencegahan korupsi perlu dimulai sejak dari ruang kelas. Menurut dia, pendidikan menjadi salah satu fondasi penting untuk membangun budaya antikorupsi sehingga tindak pidana korupsi dapat dicegah sejak dini.

Ia mengatakan KPK memahami pemerintah terus melakukan pembangunan infrastruktur. Namun, pembangunan karakter generasi muda juga perlu mendapat perhatian yang sama.

"Kalau ini sudah kita lakukan, mudah-mudahan ini bisa memperkuat budaya dan menjaga serta mewariskan kepada generasi-generasi berikutnya," kata Setyo.

SPI Pendidikan 2026 melibatkan 42.810 responden yang berasal dari satuan pendidikan dasar dan menengah hingga perguruan tinggi.

Untuk jenjang perguruan tinggi, responden terdiri atas mahasiswa, dosen, serta pimpinan perguruan tinggi.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com