Raja Yordania Buru Pembantai Jemaat Gereja Karak, Janji Tindak Tegas

Senin, 26 Oktober 2026 | 12:15 WIB
Raja Yordania menginstruksikan perburuan masif terhadap kelompok teroris penyerang gereja Ortodoks di Karak. (BBC)
BACA 10 DETIK
  • Raja Abdullah II memerintahkan perburuan masif terhadap pelaku penembakan gereja di Karak.

  • Penembakan massal saat pemakaman di gereja Ortodoks menewaskan sembilan orang dan melukai puluhan jemaat.

  • Pemerintah Yordania menetapkan tiga hari berkabung nasional dan memperketat pengamanan wilayah jalur utama.

Suara.com - Pemerintah Yordania mengerahkan aparat keamanan untuk membendung ancaman terorisme usai insiden berdarah menewaskan sembilan orang di Desa Hammoud, Provinsi Karak. Pengamanan jalur darat menuju ibu kota Amman kini diperketat guna memburu komplotan bersenjata yang memberondong jemaat gereja Ortodoks Yunani.

Penyisiran intensif berlangsung di seluruh titik strategis untuk menangkap para pelaku yang melarikan diri menggunakan truk pikap. Korban selamat yang terluka menduga aksi keji saat upacara pemakaman tersebut sengaja dirancang untuk memicu kepanikan massal serta memecah persatuan warga.

Langkah tegas ini diambil guna memastikan stabilitas keamanan nasional tidak goyah oleh intervensi ideologi ekstremis. Otoritas kerajaan menegaskan bahwa keselamatan publik merupakan prioritas mutlak yang tidak dapat ditawar oleh pihak manapun.

Raja Yordania Abdullah II ibn Al Hussein dari Kerajaan Hasyimiyah Yordania menganugerahkan penghargaan “The Bejewelled Grand Cordon of Al Nahda (Order of the Renaissance)” kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. (Foto dok. istana kepresidenan)

"Tidak ada ruang untuk kelonggaran ketika menyangkut nyawa warga Yordania," tegas Raja Abdullah II saat memimpin rapat Dewan Keamanan Nasional, dikutip dari BBC, Senin (26/10/2026).

Pihak gereja menilai aksi penembakan ini gagal merusak keharmonisan antarumat beragama yang telah terbangun lama di kawasan tersebut. Patriarkat Ortodoks Yunani Yerusalem mengutuk keras kekerasan itu dan menyatakan kehadiran komunitas Kristen di tanah Yordania justru akan semakin kokoh.

"Keamanan dan keselamatan warga Yordania adalah garis merah," tambah Raja Abdullah II, seraya menegaskan bahwa tangan keadilan akan menjangkau setiap teroris.

Rentetan tembakan senapan otomatis meletus saat jemaat berkumpul menghadiri prosesi pemakaman pada Jumat siang. Ruang ibadah yang semula tenang berubah menjadi arena mencekam ketika puluhan orang berdesakan mencari perlindungan di bawah bangku dan menghindar dari pecahan kaca jendela.

Saksi mata mengungkapkan bahwasanya para pelaku mendadak menyerbu halaman luar lalu melepas tembakan secara membabi buta selama 15 menit. Jeritan histeris dan doa membubung di dalam ruangan ketika warga berusaha melindungi anak-anak mereka dari riakan peluru.

Puluhan korban luka-luka langsung dilarikan ke Rumah Sakit Militer Pangeran Ali untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Situasi di luar fasilitas kesehatan dipenuhi kerumunan keluarga yang cemas menunggu kabar sanak saudara mereka.

"Darah warga Yordania sangat berharga, dan kami akan menghantam dengan tangan besi siapa pun yang menyerang negara ini," ujar Raja Abdullah II saat menjenguk para korban.

Pemerintah Yordania merespons tragedi ini dengan menetapkan masa berkabung nasional selama tiga hari serta mengibarkan bendera setengah tiang. Perdana Menteri Jaafar Hassan menyebut serangan tersebut berakar dari pemikiran radikal yang merusak sendi-sendi kebangsaan.

Juru bicara pemerintah serta jajaran keamanan menegaskan bahwasanya investigasi mendalam masih berjalan guna membongkar jaringan di balik aksi ekstremis ini. Rekaman kamera pengawas memperlihatkan tiga pria membawa senjata api melepaskan tembakan ke arah bangunan sebelum akhirnya melarikan diri.

Latar belakang insiden ini berakar dari dinamika ancaman kelompok radikal takfiri yang berupaya merusak stabilitas politik dan toleransi beragama di kawasan Timur Tengah. Wilayah Karak sendiri memiliki sejarah panjang keterikatan sosial yang kuat antara warga Muslim dan Kristen, sehingga serangan terhadap rumah ibadah menjadi ancaman serius bagi ketahanan nasional Yordania.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com