BGN Bantah 400 Siswa Keracunan MBG di Dramaga Bogor: yang Benar 40

Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:54 WIB
Juru Bicara BGN, Tysa Novenny. [BGN]
BACA 10 DETIK
  • Badan Gizi Nasional membantah kabar 400 siswa keracunan makanan bergizi gratis di Dramaga Bogor pada Rabu.
  • Tim gabungan telah turun ke lapangan dan menyelidiki sampel makanan yang diduga berasal dari bumbu kacang.
  • Operasional fasilitas penyedia makanan dihentikan sementara sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium selesai dilakukan pihak berwenang.

Suara.com - Badan Gizi Nasional (BGN) membantah informasi yang menyebut lebih dari 400 siswa terdampak gangguan kesehatan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Juru Bicara BGN Tysa Novenny menyebutkan kalau siswa yang terdampak dan menjelani proses observasi sebenarnya ada 40 orang, 13 di antaranya masih menjalani observasi.

“Perlu kami luruskan bahwa jumlah mereka yang terdampak karena peristiwa ini mencapai 13 orang dari data terakhir kami. Informasi yang beredar di luar menyebutkan ada 400 orang yang terdampak, tapi informasi yang benar adalah 13 orang yang terdampak sampai dengan malam hari," kata Tysa di Jakarta, Rabu (28/10).

Tysa menjelaskan, 40 siswa itu sempat menjalani observasi di Puskesmas Cangkurawok, RS Medika Dramaga, dan RS Karya Bhakti Pratiwi.

Ia menegaskan, klarifikasi tersebut disampaikan untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi sesuai perkembangan data di lapangan, bukan untuk mengecilkan dampak kejadian.

BGN, kata Tysa, tetap memprioritaskan penanganan siswa yang mengalami keluhan kesehatan. Tim BGN Pusat bersama KPPG Bogor dan tim asistensi juga telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan investigasi.

“Tentu kami turut prihatin atas peristiwa yang terjadi. Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Saat ini tim kami dari BGN Pusat, KPPG setempat, serta tim asistensi sudah turun langsung ke lapangan untuk melakukan investigasi,” ujarnya.

Namun sebelumnya, Polsek Dramaga mencatat ada 489 siswa dan guru mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan MBG sehari sebelumnya. Jumlah itu bertambah dari keterangan sebelumnya yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Bogor, yakni 481 siswa dan guru dari SMPN 1 dan SMPN 2 Dramaga yang mendapatkan penanganan medis akibat gangguan kesehatan setelah menyantap makanan.

Dugaan Awal Mengarah ke Bumbu Kacang

Terkait penyebab kejadian, Tysa menyebut penelusuran awal mengarah pada penggunaan bumbu kacang yang telah diolah oleh pihak ketiga sebelum digunakan oleh SPPG Bogor Dramaga 4.

Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa. Sampel makanan masih menjalani pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab kejadian.

“Sampel makanan telah dibawa untuk diperiksa di laboratorium. Kita tunggu hasil investigasi dan pemeriksaan laboratorium yang lebih mendetail,” kata Tysa.

Sebagai langkah penanganan, BGN telah menghentikan sementara operasional SPPG Bogor Dramaga 4 untuk mendukung proses investigasi dan evaluasi.

BGN memastikan pemantauan terhadap kondisi para siswa terus dilakukan. Langkah tindak lanjut terhadap operasional SPPG tersebut akan ditentukan berdasarkan hasil investigasi dan pemeriksaan laboratorium.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com