Sempat Lumpuh Diterjang Banjir, Jalur PiningLokop Gayo Lues Aceh Akhirnya Bisa Dilalui

Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:45 WIB
Kondisi jalan usai banjir melanda Desa Badak, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, pada Rabu (28/10/2026). (Ist)
BACA 10 DETIK
  • Kementerian PU bergerak cepat menangani banjir bandang yang melanda Desa Badak, Gayo Lues, Aceh, pada 28 Oktober 2026.
  • BPJN Aceh berhasil membuka kembali akses jalan Pining-Lokop yang sempat lumpuh total akibat genangan air setinggi 80 sentimeter.
  • BWS Sumatera I menutup tanggul jebol menggunakan geobag dan merancang konstruksi permanen hingga Desember 2028.

Penanganan darurat tersebut kini disiapkan untuk berlanjut ke skema konstruksi permanen terpadu.

Kementerian PU merancang program pemulihan menyeluruh yang membentang dari wilayah hulu hingga muara sungai, di mana pengerjaan konstruksi permanen dijadwalkan dimulai pada Oktober 2026 dan ditargetkan rampung tuntas pada Desember 2028 mendatang.

Kepala BWS Sumatera I, Asyari mengungkapkan penanganan permanen tersebut mencakup tiga komponen utama, yaitu pembangunan sabo dam di bagian hulu, pembangunan tanggul pengamanan banjir pada alur sungai, serta pengerukan dan penataan muara.

"Seluruh rangkaian kegiatan direncanakan mulai Oktober 2026 dengan target penyelesaian pada Desember 2028," tuturnya.

Pelaksanaan penanganan terpadu dari kawasan hulu, badan aliran, hingga bagian hilir tersebut diproyeksikan sanggup mendongkrak kapasitas tampung sistem sungai saat merespons debit air berlebih.

Kehadiran struktur sabo dam nantinya berfungsi menahan sedimen, pasir, serta material gelondongan kayu yang terbawa arus deras dari hulu pegunungan, meredam risiko luapan air, serta memberi perlindungan fisik jangka panjang bagi keselamatan warga yang bermukim di sepanjang bantaran sungai.

Sebelum bencana tanggul jebol di Desa Badak terjadi, BWS Sumatera I tercatat telah menjalankan normalisasi alur Sungai Pining di Desa Pintu Rime, Kecamatan Pining.

Normalisasi tersebut dikerjakan bertahap sepanjang 26–28 Oktober 2026 memakai satu unit excavator sebagai rangkaian langkah mitigasi risiko bencana luapan air di Kabupaten Gayo Lues.

Pekerjaan penguatan alur perairan juga diperluas melalui normalisasi sungai, pembuatan tanggul baru, serta rehabilitasi struktur pembatas sungai di Desa Badak dan Desa Rerebe, Kecamatan Dabun Gelang. Pelaksanaan konstruksi di lapangan terus dikerjakan bertahap mengandalkan excavator mekanis dengan pengawasan ketat terhadap fluktuasi debit air sungai sebelum aktivitas fisik dilanjutkan.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com