- Banjir rob menggenangi kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, pada Jumat, 30 Oktober 2026.
- Genangan air tersebut memaksa anak-anak melepas sepatu dan digendong saat hendak berangkat sekolah.
- Ketua RT Warya menyatakan banjir rob berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan seperti gatal-gatal dan diare.
Suara.com - Banjir rob yang menggenangi kawasan RT 06 RW 022, Muara Angke, Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara, turut berdampak terhadap aktivitas anak-anak.
Genangan air di jalan permukiman mengganggu akses mereka saat hendak berangkat sekolah.
Ketua RT 06 RW 022 Muara Angke, Warya, mengatakan anak-anak harus melepas sepatu ketika melewati genangan banjir rob untuk menuju jalanan yang lebih tinggi.
"Ketika mau masuk atau berangkat sekolah kan sepatu dilepas dulu," kata Warya kepada Suara.com saat ditemui di wilayah RT 06, Jakarta Utara, Jumat (30/10/2026).
Selain harus melepas sepatu, anak-anak juga perlu digendong agar dapat melewati genangan dan mencapai jalanan yang tidak terendam air.
"Digendong-gendong kan untuk nyampe ke jalanan yang lebih tinggi di situ," ujar Warya.
Di sisi lain, Warya turut menyoroti dampak banjir rob terhadap kesehatan warga, khususnya anak-anak.
Ia menyebut genangan tersebut berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, seperti gatal-gatal hingga diare.
"Terutama kalau anak-anak sih senang-senang aja ya dengan adanya air ini, tetapi kan ada dampak untuk kesehatan ya kan, seperti gatal-gatal, diare," tutur Warya.
Reporter: Agustin Dwi Anggraini