Gandeng Komdigi, Pemprov DKI Siapkan Duta Antihoaks di Sekolah-Sekolah Jakarta

Senin, 02 November 2026 | 14:29 WIB
Pengukuhan dua Duta Antihoaks Jakarta 2026 di Balai Kota DKI, Senin (2/11/2026). (Dok. Pemprov DKI)
BACA 10 DETIK
  • Pemprov DKI Jakarta bersama Kementerian Komdigi menyiapkan aksi literasi digital di sekolah pada Senin, 2 November 2026.
  • Winda dan Muhammad Ibrahim Gumay dikukuhkan sebagai Duta Antihoaks Jakarta 2026 untuk mengampanyekan perlawanan hoaks.
  • Para duta terpilih akan mengunjungi sekolah guna membentuk agen antihoaks dan mengedukasi siswa berpikir kritis.

Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan rangkaian aksi nyata di lingkungan pendidikan dengan menggandeng Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia demi membentengi para pelajar dari serbuan kabar dusta.

Pemaparan rencana aksi literasi digital tersebut disampaikan bertepatan dengan pengukuhan dua Duta Antihoaks Jakarta 2026 di Balai Kota DKI, Senin (2/11/2026).

Dua pelajar terpilih, yakni Winda dari SMAN 68 Jakarta dan Muhammad Ibrahim Gumay dari SMAN 71 Jakarta, kini diamanatkan menjadi motor penggerak kampanye antihoaks selama satu tahun penuh.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta Marulina Dewi menegaskan, peran remaja saat ini sangat sentral dalam membentuk opini di lingkaran pergaulannya.

“Generasi muda tidak hanya berperan sebagai penerima informasi, tetapi juga pembuat konten dan pembentuk opini di lingkungan pergaulannya. Karena itu, program Duta Antihoaks dirancang agar para pelajar dapat menjadi penggerak perubahan perilaku digital,” ujar Marulina.

Guna mewujudkan perubahan perilaku bermedia tersebut, para duta terpilih dijadwalkan turun langsung menyambangi sekolah-sekolah di ibu kota untuk membangun jejaring perlawanan hoaks berbasis komunitas siswa.

“Mereka akan mengunjungi sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi interaktif bersama Diskominfotik dan Komdigi RI. Kemudian, melakukan kampanye digital bulanan, lalu membentuk agen anti-hoaks sekolah, artinya menggandeng komunitas-komunitasnya untuk ikut bersama dalam kegiatan ini dan memberikan edukasi berbasis isu-isu di Jakarta,” jelas Marulina.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menggarisbawahi bahwa keakraban generasi muda dengan gawai harus diimbangi oleh ketajaman bernalar kritis.

“Mereka sehari-hari sangat dekat dengan media sosial dan menjadi bagian dari ekosistem digital. Acara ini juga untuk melibatkan anak-anak muda dalam berpikir kritis terhadap apa yang terjadi sebenarnya,” katanya.

Menurut Pramono, tantangan terbesar masyarakat perkotaan saat ini bukan lagi keterbatasan sarana teknologi, melainkan kecakapan dalam membedakan kebenaran suatu informasi sebelum membagikannya.

Melalui pembentukan kader agen sekolah ini, Pemprov DKI Jakarta optimistis budaya verifikasi dan literasi cek fakta dapat menular secara masif antarteman sebaya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com