Demi Ingat Aksi Sadisnya! Dwi Bagus Simpan Foto Lokasi Pembakaran Korban hingga Mesin Penggiling

Senin, 02 November 2026 | 14:48 WIB
Dwi Bagus Martono, tersangka pembunuhan ibu dan anak di Madiun, saat digelandang saat konferensi pers di Mapolda Jatim. [Suara.com/Dimas Angga]
BACA 10 DETIK
  • Tersangka Dwi Bagus Martono membunuh Dini Hardiyanti dan anaknya di Madiun pada Oktober 2026.
  • Polisi menemukan foto lokasi pembakaran dan mesin penggiling tubuh korban di ponsel tersangka.
  • Penyelidikan mengungkap tersangka membakar serta menghancurkan jasad korban di pekarangan belakang rumahnya.

Suara.com - Fakta baru terungkap dalam kasus pembunuhan Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGF (4), di Madiun. Dwi Bagus Martono (40), tersangka pembunuhan, ternyata menyimpan foto lokasi pembakaran jasad kedua korban hingga mesin penggiling yang digunakan untuk menghancurkan tubuh mereka.

Foto-foto tersebut ditemukan penyidik saat memeriksa ponsel Bagus.

Dokumentasi itu mengarahkan polisi pada sejumlah titik di kebun belakang rumah tersangka di Jalan Kunir, Kelurahan Ngegong, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.

Katim Opsnal Unit III Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur, Aipda Sigit Dwi Susanto mengatakan foto tersebut diduga sengaja diambil tersangka untuk mengingat lokasi kejadian.

"Mungkin dia ingin mengingat di lokasi itulah pelaku menghabisi istri dan anaknya," ungkap Sigit kepada wartawan, Senin (2/11/2026).

Salah satu foto memperlihatkan tumpukan kayu, papan, ranting, dan dedaunan di sudut kebun. Lokasi itu diduga digunakan Bagus untuk membakar jasad kedua korban menggunakan solar yang disimpan dalam galon air mineral.

"Jasad ibu ditumpuk anaknya dan barang-barang milik korban. seperti handphone dan pakaian korban," tutur Sigit.

Fakta lainnya, Bagus diduga berusaha menyamarkan lokasi pembakaran dengan membangun tungku dari bata ringan. Bangunan itu didirikan empat hari setelah pembakaran, tepat di atas area yang sebelumnya digunakan untuk membakar jasad korban.

"Empat hari setelah dibakar di tempat itu, tersangka membangun tungku," beber Sigit.

Polisi menunjukkan barang bukti kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun. [Suara.com/Dimas Angga]

Polisi juga menemukan foto mesin penggiling daging berwarna biru dengan corong berukuran besar. Mesin yang baru dibeli Bagus itu diduga digunakan untuk menghancurkan sisa tubuh Dini dan anaknya.

Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur Komisaris Besar Polisi Roy H M Sihombing mengungkapkan hasil pemeriksaan psikologis menunjukkan Bagus memiliki IQ di atas rata-rata dan kecenderungan karakter superior.

"Memang dia mempunyai kelebihan ya, tingkat IQ di atas rata-rata. Kemudian juga dia juga memiliki kepintaran yang cukup tinggi," jelas Roy.

Bagus ditangkap pada Minggu (25/10/2026) setelah polisi menyelidiki laporan hilangnya Dini dan anaknya. Keduanya diduga dibunuh di kamar Hotel Mataram Baru, Jalan Dr. Soetomo, Kota Madiun, pada Selasa (20/10/2026).

Setelah membunuh kedua korban, Bagus diduga membawa jasad mereka ke pekarangan rumah untuk dibakar dan dihancurkan menggunakan mesin penggiling daging.

Polisi juga mengungkap tersangka sempat merencanakan membuang sisa jasad korban ke laut.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com