- Kepala Dinas Kominfotik DKI Jakarta Marulina Dewi membeberkan sebaran hoaks berbahaya di Balai Kota pada Senin (2/11/2026).
- Penipuan daring, pencurian data pribadi, serta disinformasi bantuan sosial pemerintah menjadi hoaks yang paling banyak meneror warga.
- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggencarkan edukasi melalui kerja sama dengan RT/RW, posyandu, dan duta pelajar antihoaks.
Suara.com - Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) DKI Jakarta membeberkan deretan hoaks berbahaya yang paling marak memperdaya warga ibu kota sepanjang tahun ini.
Rincian pemetaan disinformasi tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kominfotik DKI Jakarta Marulina Dewi di Balai Kota, Senin (2/11/2026).
Pihaknya mencatat, ancaman rekayasa siber berkedok penipuan daring kini menjadi jenis hoaks nomor satu yang paling banyak meneror ruang percakapan warga.
“Seperti undangan palsu, kemudian phishing, dan informasi-informasi lainnya mengatasnamakan pejabat atau orang lain seperti itu,” ujar Marulina.
Selain modus manipulasi digital bermotif pencurian data pribadi, ruang publik juga kerap diricuhkan oleh disinformasi seputar bantuan sosial dan layanan penting milik pemerintah.
“Jadi, berita-berita pemerintah seperti bantuan sosial, kesehatan, dan kebencanaan,” kata Marulina.
Guna memproteksi kelompok lanjut usia yang tergolong paling rentan termakan isu dusta tersebut, otoritas daerah menggencarkan mitigasi jemput bola hingga ke unit lingkungan terkecil.
“Diskominfotik, dalam hal ini Pemprov DKI Jakarta, sudah melakukan banyak edukasi. Bekerja sama dengan lurah, RT/RW, dan juga posyandu sekalipun untuk menyampaikan berbagai program pemerintah dan juga mengedukasi warga bagaimana mengantisipasi ini berita benar atau berita palsu,“ papar Marulina.
Pemanfaatan pos pelayanan terpadu hingga institusi pendidikan sengaja dimaksimalkan agar literasi digital mampu menjangkau langsung ketahanan informasi di ranah keluarga.
Benteng pertahanan informasi warga kian diperkuat dengan menggandeng duta pelajar sekolah menengah atas sebagai mitra strategis Pemprov DKI Jakarta selama satu tahun penuh.
“Dengan adanya adik-adik Duta Antihoaks nanti satu tahun ke depan, mereka menjadi partner dari kami,” ucap Marulina.
Ikhtiar kolaboratif lintas generasi ini diharapkan dapat memutus rantai penipuan siber sekaligus menjamin warga terhindar dari kerugian materiil akibat hoaks.