Sukses Negara Bukan Cuma Perut Kenyang, Pakar UGM: Kasih Kailnya, Bukan Ikan

Senin, 02 November 2026 | 14:52 WIB
Guru Besar Manajemen dan Kebijakan Publik Fisipol UGM, Gabriel Lele. (Suara.com/Hiskia)
BACA 10 DETIK
  • Guru Besar UGM Gabriel Lele menilai pernyataan Presiden Prabowo pada Senin (2/11/2026) sangat dangkal karena mereduksi keberhasilan negara hanya sekadar memastikan rakyat tidak lapar.
  • Gabriel menyatakan bahwa program bantuan sosial dan Makan Bergizi Gratis bukanlah solusi mendasar, melainkan harus dialokasikan secara terbatas khusus bagi kelompok rentan.
  • Pemerintah didorong menciptakan lapangan kerja dan investasi guna memberikan pendapatan mandiri, bukan sekadar memelihara ketergantungan publik pada bantuan karitatif.

"Jawabannya adalah dengan memastikan investasinya masuk, ya, ada jaminan kepastian, pertumbuhan ekonomi naik, lapangan kerja tercipta, sehingga orang punya basis pendapatan yang cukup untuk bisa memenuhi kebutuhan dasar dan kebutuhan lainnya. Itu sebenarnya logika yang harus dibangun," tambahnya.

Gabriel turut menyoroti efektivitas kebijakan di era pemerintahan Presiden Prabowo.

Ia menilai program karitatif semacam itu hanya menjadi pendorong sementara yang sangat rawan tumbang saat fiskal negara mengalami penurunan.

Belum lagi soal risiko kerapuhan ekonomi masyarakat jika pemerintah terus memelihara ketergantungan publik pada bantuan karitatif tanpa memberikan akses pada sumber pendapatan yang berkelanjutan.

"Kalau kayak begini ini kan negara ada uang ngasih, begitu nanti uangnya enggak ada balik lagi ke masyarakat, masyarakatnya miskin lagi, masyarakatnya kelaparan lagi. Jadi, kalau dalam bahasa yang sederhana kan ya jangan kasih ikannya dong, kasih kailnya," pungkasnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com