-
Pelantikan pejabat publik memicu sorotan terhadap kontroversi Raffi Ahmad.
-
Kasus kontroversi Raffi Ahmad meliputi masalah gelar doktor hingga patwal.
-
Gelombang boikot bisnis RANS menjadi puncak kontroversi Raffi Ahmad.
Suara.com - Sejak resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni pada 22 Oktober 2024 lalu, gerak-gerik Raffi Ahmad tak lagi hanya dipandang sebagai selebritas papan atas.
Status baru Raffi Ahmad sebagai pejabat publik membuatnya berada di bawah lensa sorotan masyarakat yang jauh lebih kritis.
Sayangnya, perjalanan suami Nagita Slavina di panggung pemerintahan ini tak selalu berjalan mulus.
Berbagai langkah dan keterlibatannya di ruang publik justru kerap memicu perdebatan panas, tudingan konflik kepentingan, hingga seruan boikot.
Merangkum dari berbagai sumber, berikut rentetan kontroversi Raffi Ahmad sejak menapaki panggung politik nasional.
1. Polemik Gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) UIPM
Sebelum dan saat resmi dilantik ke dalam kabinet, langkah Raffi sudah lebih dulu dibayangi kontroversi perihal gelar akademis.
Ia diketahui menerima gelar Doktor Kehormatan (Dr. HC) bidang Tourism and Event Management dari Universal Institute of Professional Management (UIPM) Thailand pada 27 September 2024.
Gelar ini bahkan sempat dibacakan saat prosesi pelantikannya di Istana.
Warganet langsung menguliti keabsahan kampus tersebut karena proses perolehannya dinilai ganjil dan hanya melalui pengisian formulir daring tanpa proses akademik transparan.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) saat itu bahkan menegaskan bahwa UIPM tidak memiliki izin operasional di Indonesia, sehingga gelar tersebut tidak diakui secara akademis di tanah air.
2. Dugaan Konflik Kepentingan Jaringan Bioskop Sam's Studio
Memasuki akhir tahun 2024, posisi Raffi sebagai pejabat negara kembali digoyang isu etik.
Ia menuai kritik tajam saat meresmikan jaringan bioskop Sam's Studio, proyek kerja sama antara Sonu Samtani dengan perusahaan miliknya dan Nagita Slavina, RANS Entertainment.
Publik di media sosial mempertanyakan kapasitas kehadiran Raffi, yakni apakah sebagai pejabat publik (UKP) atau pengusaha yang tengah memanfaatkan panggung negara untuk keuntungan korporasi pribadi.