- Massa aksi Konvoi Kemerdekaan menggelar demonstrasi di Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Selasa (3/11/2026).
- Para demonstran menolak rencana penyelenggaraan konser Andrea Bocelli karena dinilai dapat menumpulkan empati publik terhadap Gaza.
- Aktivis kemanusiaan mendesak pihak penyelenggara untuk membatalkan konser tersebut demi menjaga solidaritas terhadap rakyat Palestina.
Suara.com - Massa aksi Konvoi Kemerdekaan untuk Palestina memadati kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2026) guna menyuarakan penolakan keras terhadap rencana perhelatan konser Andrea Bocelli hari ini.
Penolakan disuarakan bukan karena antipati terhadap pentas musik, melainkan akibat kekhawatiran bahwa kemegahan hiburan dapat menumpulkan kepekaan nurani publik atas nestapa di Jalur Gaza.
Para demonstran yang berkumpul di seberang barikade aparat turut membentangkan spanduk bertuliskan kecaman terhadap pemberian panggung hiburan bagi figur yang dinilai menyokong pihak penindas.
Melalui pelantang suara di atas mobil komando, aktivis kemanusiaan Muhammad Husein menegaskan sikap massa yang menolak segala bentuk keindahan semu apabila berujung pada hilangnya empati kemanusiaan.
"Kita semua tidak anti terhadap seni! Kita tidak benci terhadap keindahan! Kita tidak benci terhadap lantunan suara merdu! Tapi ingat! Kalau lantunan suara merdu itu membuat telinga-telinga kami tuli terhadap tangisan anak-anak Gaza, maka kami menolak keindahan itu!" serunya.
Husein memperingatkan khalayak agar gebyar panggung mewah tidak menyilaukan pandangan masyarakat dari kenyataan pahit pembantaian yang masih berlangsung.
"Kalau gemerlap lampu-lampu panggung itu membuat mata kita silau dan menutup mata kita dari genosida yang masih terjadi sampai hari ini, maka kami menolak panggung-panggung itu!" tegas dia.
Massa aksi yang mengibarkan bendera Merah Putih dan bendera Palestina kemudian diseru agar tidak larut dalam euforia perayaan maupun tepuk tangan kehormatan.
"Dan kalau tepuk tangan-tepuk tangan itu membuat kita harus melupakan semangat kemanusiaan kita, maka kami menolak untuk bertepuk tangan! Karena kami hanya akan mengepalkan tangan kita, berjuang bersama rakyat Palestina!" lanjut Husein.
Bagi massa aksi, membiarkan pertunjukan tersebut tetap berlangsung dianggap bertolak belakang dengan komitmen moral bangsa dalam membela pihak yang tertindas.
Unjuk rasa itu sendiri membawa tuntutan terbuka kepada pihak penyelenggara agar membatalkan konser demi menjaga marwah solidaritas terhadap penderitaan rakyat Palestina.