Ikhtiar Pramono Anung Putus Rantai Narkoba di Kampung Bahari

Selasa, 03 November 2026 | 13:14 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (dok. Pemprov DKI)
BACA 10 DETIK
  • Gubernur Pramono Anung memerintahkan Forkopimda pada 3 November 2026 menata kawasan Kampung Bahari.
  • Penataan permukiman padat di Tanjung Priok tersebut bertujuan untuk membebaskan wilayah dari peredaran narkotika.
  • Aparat gabungan bersama TNI dan Polri telah turun langsung untuk melakukan penyisiran dan penertiban.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk bergerak cepat menata kawasan Kampung Bahari di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Perintah itu dikeluarkan agar permukiman padat tersebut terbebas dari jerat peredaran gelap narkotika.

Kebijakan tegas ini diumumkan langsung oleh Pramono saat ditemui di Hotel Pullman, Thamrin, Jakarta Pusat, pada Selasa (3/11/2026).

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut konkret atas masukan strategis yang disampaikan oleh Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto.

“Menindaklanjuti apa yang menjadi arahan dari Bapak Kapolda, saya juga memerintahkan langsung untuk hal tersebut,” ujarnya.

Menjawab komando gubernur, unsur Forkopimda Jakarta Utara bersama Polda Metro Jaya dan personel TNI dilaporkan telah menyisir lapangan guna menertibkan area target.

“Kemarin Forkopimda Jakarta Utara bersama dengan Polda dan juga TNI sudah turun ke lapangan,” lanjut Pramono.

Aksi terpadu lintas instansi ini digalakkan lantaran operasi penegakan hukum dan razia penyisiran dinilai belum cukup manjur untuk memberantas narkoba hingga tuntas.

Kekhawatiran tersebut kian beralasan setelah ditemukannya deretan bangunan di bantaran rel kereta api yang ditengarai menjadi bilik penyalahgunaan barang haram.

Menyikapi temuan tersebut, aparat kepolisian telah menjalin koordinasi dengan pihak perkeretaapian demi menata kembali kawasan sekitar rel tanpa mengabaikan nasib warga setempat.

“Penataan lingkungan sosial inilah yang perlu kerja sama sekaligus penyadaran masyarakat,” kata Dadang.

Melalui integrasi kerja Forkopimda ini, perombakan Kampung Bahari diharapkan tidak hanya menyentuh ranah fisik, melainkan turut membangkitkan kesadaran kolektif warga dalam memutus mata rantai narkoba.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com