-
Deretan kontroversi Listyo Sigit Prabowo mewarnai masa jabatannya sebagai Kapolri.
-
Kasus Ferdy Sambo dan Kanjuruhan menjadi kontroversi Listyo Sigit Prabowo.
-
Berbagai kontroversi Listyo Sigit Prabowo berakhir seiring purna tugas jabatannya.
Suara.com - Jenderal (Purn.) Listyo Sigit Prabowo telah menuntaskan masa pengabdiannya sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) usai diberhentikan dengan hormat pada Oktober 2026.
Menjabat sejak Januari 2021, kepemimpinan Jenderal (Purn.) Listyo Sigit Prabowo tercatat melintasi periode paling turbulen dan penuh ujian berat dalam sejarah modern Korps Bhayangkara.
Kendati sempat mencatatkan prestasi mentereng saat menjabat Kabareskrim lewat penangkapan buronan kakap kasus cessie Bank Bali, Djoko Tjandra, di Malaysia pada Juli 2020 yang bahkan ikut menyeret koleganya sendiri, Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen Prasetijo Utomo, era kepemimpinan Listyo Sigit di pucuk pimpinan Polri justru kerap diguncang rentetan prahara besar.
Mulai dari perwira tinggi yang saling sikut, pembunuhan berencana, bisnis narkoba, hingga tewasnya ratusan warga sipil di lapangan, berikut daftar kontroversi dan kasus besar yang menyita perhatian publik selama era Listyo Sigit Prabowo:
1. Skenario Berdarah Ferdy Sambo dan Kematian Brigadir J (2022)
Setahun setelah Listyo Sigit dilantik, citra Korps Bhayangkara langsung dihantam badai paling dahsyat.
Pada 8 Juli 2022, Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J tewas ditembak di rumah dinas Kadiv Propam Polri di Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Awalnya, kepolisian sempat merilis narasi bahwa peristiwa tersebut dipicu tembak-menembak.
Belakangan terungkap, skenario tersebut hanyalah rekayasa licik yang didalangi oleh eks Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo dengan dalih sakit hati atas peristiwa yang menimpa sang istri, Putri Candrawathi.
Kasus ini menjadi noda hitam kelam karena melibatkan puluhan polisi dan perwira penting, seperti Brigjen Hendra Kurniawan, Kombes Agus Nurpatria, hingga AKBP Arif Rahman Hakim dalam aksi perintangan penyidikan (obstruction of justice).
Kasus fenomenal yang bahkan diangkat menjadi film dokumenter ini berujung vonis mati bagi Ferdy Sambo di tingkat pertama sebelum akhirnya dianulir menjadi penjara seumur hidup oleh Mahkamah Agung.
Sementara itu, Putri Candrawathi divonis 10 tahun, Ricky Rizal 13 tahun, Kuat Ma’ruf 15 tahun, dan Bharada Richard Eliezer diganjar 1,5 tahun penjara berkat statusnya sebagai justice collaborator.
2. Tragedi Kanjuruhan: 135 Nyawa Melayang Akibat Gas Air Mata (2022)
Belum reda luka kasus Sambo, publik kembali disengat duka mendalam pada 1 Oktober 2022.
Usai laga derbi Jawa Timur antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, kericuhan pecah saat Arema kalah 2-3.