Harta Kekayaan KSP Listyo Sigit Prabowo Menurut LHKPN, Bebas Utang

Selasa, 03 November 2026 | 14:15 WIB
Mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Suara.com/Novian)
BACA 10 DETIK
  • Listyo Sigit Prabowo melaporkan total harta kekayaan sebesar Rp15,34 miliar tanpa utang kepada KPK pada 30 Maret 2026.
  • Kenaikan total harta kekayaan tersebut didominasi oleh peningkatan komponen kas dan setara kas selama masa jabatannya.
  • Aset tanah, bangunan, serta dua unit mobil Toyota Fortuner miliknya tercatat stabil tanpa ada penambahan signifikan.

Suara.com - Transparansi pejabat publik selalu menjadi sorotan masyarakat, terutama terkait laporan harta kekayaan yang wajib disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Salah satu pejabat yang cukup mendapat perhatian adalah Jenderal Polisi (Purn) Listyo Sigit Prabowo, mantan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) yang kemudian dilantik sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP).

Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) menjadi instrumen penting untuk menilai akuntabilitas pejabat. Data terbaru yang tersedia menunjukkan perkembangan harta kekayaan KSP Listyo Sigit Prabowo selama masa jabatannya sebagai Kapolri. Informasi ini berasal dari laporan periodik tahun 2025 yang disampaikan kepada KPK pada 30 Maret 2026.

Selama hampir enam tahun memimpin Polri, total kekayaan Listyo Sigit mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Kenaikan tersebut terutama berasal dari komponen kas dan setara kas, sementara aset tanah dan bangunan relatif stabil. Hal ini menarik perhatian publik karena menggambarkan pola akumulasi harta seorang pejabat tinggi negara.

Berikut ini adalah rincian harta kekayaan Listyo Sigit Prabowo berdasarkan LHKPN terbaru beserta perbandingan dengan periode sebelumnya. Data ini disusun secara listikel agar lebih mudah dipahami.

1. Total Harta Kekayaan Rp15,34 Miliar

Menurut LHKPN periodik 2025, total harta kekayaan Listyo Sigit Prabowo tercatat sebesar Rp15.344.596.369 atau sekitar Rp15,34 miliar. Angka ini menjadi data terakhir saat dirinya masih menjabat sebagai Kapolri.

Yang menarik, laporan tersebut mencatat utang nihil atau Rp0. Artinya, seluruh aset yang dilaporkan bersih tanpa kewajiban hutang.

2. Kas dan Setara Kas sebagai Komponen Terbesar

Komponen terbesar dalam kekayaan Listyo Sigit adalah kas dan setara kas, yaitu Rp7.329.596.369 atau sekitar Rp7,33 miliar. Angka ini meningkat cukup tajam dibandingkan laporan sebelumnya.

Pada periodik 2023, kas dan setara kasnya tercatat sekitar Rp5,3 miliar. Peningkatan ini menjadi kontributor utama kenaikan total harta selama masa jabatannya.

3. Tanah dan Bangunan Senilai Rp6,15 Miliar

Aset tanah dan bangunan Listyo Sigit tetap stabil di angka Rp6.150.000.000. Rinciannya terdiri dari tiga bidang:

  • Tanah dan bangunan seluas 275/300 meter persegi di Kota Semarang senilai Rp1,65 miliar.
  • Tanah dan bangunan seluas 120/58 meter persegi di Kota Tangerang senilai Rp1 miliar.
  • Tanah dan bangunan seluas 205/180 meter persegi di Jakarta Timur senilai Rp3,5 miliar.

Ketiga aset ini sudah dimiliki sejak sebelum atau awal masa jabatannya sebagai Kapolri dan tidak mengalami penambahan.

4. Dua Unit Toyota Fortuner Senilai Rp670 Juta

Dalam kategori alat transportasi dan mesin, Listyo Sigit memiliki dua unit mobil Toyota Fortuner dengan total nilai Rp670 juta.

Rinciannya adalah Toyota Fortuner tahun 2018 senilai Rp320 juta dan Toyota Fortuner tahun 2019 senilai Rp350 juta. Tidak ada kendaraan lain yang dilaporkan dalam LHKPN tersebut.

5. Harta Bergerak Lainnya Rp1,195 Miliar

Komponen harta bergerak lainnya tercatat senilai Rp1.195.000.000. Nilai ini mengalami kenaikan dibandingkan laporan periodik 2023 yang masih sekitar Rp975 juta. Sementara itu, surat berharga dan harta lainnya tercatat nihil.

6. Perbandingan Harta dari Awal hingga Akhir Jabatan

Pada awal masa jabatannya sebagai Kapolri sekitar 2020–2021, total harta Listyo Sigit berada di kisaran Rp8,3 hingga Rp8,6 miliar. Tanah dan bangunan sudah mencapai Rp6,15 miliar, sementara kas masih relatif kecil.

Setelah hampir enam tahun, total harta naik menjadi Rp15,34 miliar. Kenaikan sekitar Rp7 miliar ini didominasi oleh peningkatan kas dan setara kas, bukan penambahan aset properti.

Secara keseluruhan, profil kekayaan Listyo Sigit Prabowo menurut LHKPN menunjukkan pola yang relatif sederhana. Aset utamanya berupa properti yang stabil, dua mobil keluarga, serta simpanan kas yang meningkat seiring waktu. Tidak ada surat berharga atau aset investasi lain yang signifikan, dan tidak ada utang yang tercatat.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com