Profil Ahrie Sonta dan Eko Hadi Santoso, Dua Jenderal Polisi yang Ikut Ditahan Bersama Listyo Sigit

Rabu, 04 November 2026 | 09:18 WIB
Kolase foto Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Irjen Ahrie Sonta dan Irjen Eko Hadi Santoso. [istimewa]
BACA 10 DETIK
  • Ahrie Sonta dan Eko Hadi ditahan terkait kasus penyadapan presiden.
  • Irjen Ahrie Sonta merupakan jenderal termuda sekaligus mantan ajudan presiden.
  • Irjen Eko Hadi berprestasi dalam membongkar jaringan narkoba kelas kakap.

Kariernya semakin bersinar saat Listyo Sigit mengumumkan penunjukan Ahrie sebagai ajudan Presiden Prabowo Subianto dari unsur Polri pada 23 Oktober 2024 setelah menyisihkan sejumlah kandidat lain. 

Usai bertugas mendampingi presiden, ia sempat digeser ke Divisi Propam sebelum akhirnya ditunjuk oleh Kapolri baru, Jenderal Suyudi Ario Seto, menjadi Kadivkum Polri per 3 Oktober 2026.

Sebelum masuk ke lingkaran elite Mabes Polri, Ahrie punya rekam jejak lapangan yang mumpuni. 

Ia pernah diterjunkan dalam Operasi Khusus Nemangkawi di Papua, ikut andil dalam penangkapan buronan kakap Djoko Tjandra pada 2020, hingga memimpin penanganan darurat kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 saat menjabat Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok.

2. Irjen Pol. Eko Hadi Santoso: Jenderal Pemburu Sindikat Narkoba Internasional

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso. [Antara]

Sama halnya dengan Ahrie Sonta, Irjen Pol. Eko Hadi Santoso juga merupakan perwira tinggi berprestasi dengan rekam jejak operasional yang disegani, khususnya di bidang reserse dan pemberantasan narkotika.

Eko merupakan lulusan Akpol 1999 kedua yang berhasil menembus pangkat inspektur jenderal.

Namanya mulai mencuri perhatian ketika menjabat sebagai Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok pada 2018, lalu ditarik menjadi Kabag Monev Bareskrim Polri (2020), dan dipercaya mengemban tugas di Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (Div TIK) Polri pada 2022.

Kariernya melesat saat Listyo Sigit menunjuknya sebagai Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri pada Maret 2025. 

Di bawah komandonya, tim Bareskrim sukses menggagalkan penyelundupan narkoba jaringan internasional dalam jumlah fantastis:

Menyita puluhan kilogram sabu asal Malaysia di Langsa, Bekasi, hingga Dumai.

Mengungkap penyelundupan 325 kilogram sabu senilai Rp585 miliar asal jaringan Thailand–Indonesia di Lhokseumawe, Aceh pada Juni 2026.

Menggerebek tempat hiburan malam ternama, HH Club Planet 3.0 di Batam, yang terafiliasi dengan jaringan bandar besar.

Atas berbagai kinerjanya, Eko dipromosikan menyandang pangkat bintang dua sebagai Penyidik Tindak Pidana Utama Bareskrim Polri pada Agustus 2026.

Namun, setelah pergantian pucuk pimpinan Polri pada Oktober 2026, ia dipindahtugaskan menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com