- Tiga mantan petinggi kepolisian ditahan akibat menyadap ponsel Presiden Prabowo.
- Teknologi LIMS disalahgunakan untuk menyadap komunikasi target tanpa prosedur sah.
- Aksi ilegal terbongkar saat pelaku berusaha menghapus bukti jejak digital.
Suara.com - Publik digegerkan oleh pengungkapan kasus dugaan penyadapan ilegal (illegal tapping) yang menyasar telepon seluler Presiden RI Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat negara.
Kasus penyadapan telepon seluler Presiden RI Prabowo Subianto yang diusut oleh Bareskrim Polri ini menyeret mantan pejabat tinggi kepolisian yang ditetapkan sebagai tersangka.
Dalam konferensi pers di Mabes Polri, Kabareskrim Komjen Pol Asep Safrudin mengonfirmasi penetapan tiga orang tersangka, yakni mantan Kapolri berinisial LSP (Listyo Sigit Prabowo), ASN (Ahrie Sonta), dan EH (Eko Hadi Santoso).
Ketiganya kini resmi ditahan di Rutan Bareskrim atas dugaan intersepsi ilegal, peretasan sistem (illegal access), serta perusakan atau penghapusan data elektronik.
Sorotan publik kini tertuju pada instrumen teknologi yang digunakan dalam aksi tersebut, yakni Lawful Interception Management System (LIMS).
Lantas, apa itu LIMS dan bagaimana cara kerjanya hingga bisa menembus ponsel pimpinan negara?
Apa Itu LIMS?
Secara teknis, LIMS merupakan singkatan dari Lawful Interception Management System.
Mengacu pada standar telekomunikasi internasional dari European Telecommunications Standards Institute (ETSI), LIMS sejatinya adalah platform manajemen infrastruktur penyadapan legal yang dioperasikan aparat penegak hukum untuk kepentingan hukum sah berdasarkan izin pengadilan atau undang-undang.
LIMS bukanlah perangkat fisik yang ditempelkan langsung ke gawai target, melainkan sebuah meja kendali atau control desk digital.
Sistem ini bekerja sama secara langsung dengan gerbang jaringan operator telekomunikasi berlisensi.
Melalui LIMS, otoritas yang berwenang dapat melakukan hal di bawah ini:
- Mendaftarkan target nomor yang akan dipantau.
- Menentukan durasi dan jadwal penyadapan.
- Memonitor data komunikasi secara real-time.
Selain terhubung langsung ke jaringan inti operator seluler, sistem ini juga dapat diintegrasikan dengan berbagai perangkat siber canggih, termasuk perangkat lunak pengintai (spyware) berkemampuan tinggi seperti Pegasus.
Cara Kerja LIMS dalam Menyadap Ponsel
Proses intersepsi komunikasi melalui LIMS tidak membutuhkan sentuhan fisik ke ponsel target.