- Ahrie Sonta dan Eko Hadi ditahan terkait kasus penyadapan presiden.
- Irjen Ahrie Sonta merupakan jenderal termuda sekaligus mantan ajudan presiden.
- Irjen Eko Hadi berprestasi dalam membongkar jaringan narkoba kelas kakap.
Suara.com - Pengungkapan kasus dugaan penyadapan ilegal (illegal tapping) terhadap Presiden RI Prabowo Subianto terus memicu guncangan besar di tubuh korps Bhayangkara.
Tak hanya menyeret mantan Kapolri sekaligus Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn.) Listyo Sigit Prabowo, Bareskrim Polri juga resmi menahan dua perwira tinggi (Pati) berpangkat Inspektur Jenderal (Irjen) dala kasua penyadapan ponsel Presiden RI Prabowo Subianto.
Keduanya adalah Irjen Pol. Ahrie Sonta Nasution yang menjabat sebagai Kepala Divisi Hukum (Kadivkum) Polri, serta Irjen Pol. Eko Hadi Santoso yang menduduki posisi Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.
Ketiganya kini mendekam di Rutan Mabes Polri dengan jeratan pasal berlapis, mulai dari penyadapan tanpa prosedur, akses ilegal (illegal access), hingga perusakan dan penghapusan data elektronik.
Lantas, siapa sebenarnya Ahrie Sonta dan Eko Hadi Santoso? Mengapa dua jenderal dengan rekam jejak mentereng ini bisa ikut terseret dalam skandal pemantauan ilegal pimpinan negara?
Simak ulasan profil dan rekam jejak keduanya berikut ini.
1. Irjen Pol. Ahrie Sonta Nasution: Bintang Muda, Mantan Ajudan Prabowo dan Orang Dekat Listyo Sigit
Nama Irjen Pol. Ahrie Sonta Nasution bukanlah sosok asing di mata publik maupun lingkaran kekuasaan.
Perwira tinggi kelahiran Bandung, 2 April 1981 ini dikenal sebagai salah satu perwira paling cemerlang dan memiliki akselerasi karier tercepat di generasinya.
Ahrie merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2002. Ia menorehkan sejarah sebagai orang pertama di angkatannya yang sukses meraih pangkat Brigadir Jenderal (Oktober 2025) hingga Inspektur Jenderal (September 2026), sekaligus menyandang predikat jenderal bintang dua termuda di jajaran kepolisian saat dilantik.
Ia juga menyandang gelar doktor (S3) ilmu kepolisian dari PTIK pada 2018 dan pernah menempuh berbagai pelatihan bergengsi di Belanda, Jerman, hingga Singapura.
Kedekatannya dengan Listyo Sigit bermula saat ia menjadi satu-satunya perwira menengah (Pamen) yang mendampingi Listyo dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Kapolri di DPR pada Januari 2021.
Sebulan berselang, Ahrie dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Pribadi (Sekpri) Kapolri.
Di era ini, namanya kian melambung karena dinilai sebagai representasi "polisi modern".
Ahrie sangat aktif dan responsif meladeni aduan masyarakat secara langsung lewat akun media sosial X (Twitter), hingga mendapat presiasi luas dari publik dan parlemen.