Gerindra Mulai Konsolidasi, Gelar Pertemuan Elite Parpol Sikapi Penyadapan Prabowo

Rabu, 04 November 2026 | 16:55 WIB
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Sugiono. (Suara.com/Novian)
BACA 10 DETIK
  • Partai Gerindra melakukan konsolidasi internal dan komunikasi eksternal merespons kasus penyadapan Presiden Prabowo Subianto.
  • Mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ditetapkan sebagai tersangka penyadapan ilegal di Jakarta pada Selasa, 3 November 2026.
  • Bareskrim juga menetapkan dua petinggi Polri berinisial ASN dan EH sebagai tersangka terkait kasus tersebut.

Suara.com - Partai Gerindra merapatkan barisan, melakukan konsolidasi baik di internal maupun berkomunikasi dengan partai politik lain, menyikapi kasus penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Sugiono memastikan seluruh kader berkonsolidasi sebagai respons atas tindakan Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyadap Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.

Sebagai Sekjen Partai Gerindra, Sugiono turut membuka saluran komunikasi dengan sejumlah kolega di partai lain.

Ia menyampaikan perihal Prabowo yang menjadi korban dari penyadapan ilegal oleh bekas pimpinan Polri.

"Saya juga akan melakukan konsolidasi sesama rekan-rekan, ya kan? Bahwa ini adalah kepala negara, Presiden yang berasal dari partai kami," kata Sugiono.

Menindaklanjuti persoalan Listyo sadap Prabowo, bukan hal mustahil ke depan para elite politik dari berbagai partai akan berkumpul untuk bersama-sama memberi sikap.

"Ya, bisa jadi. Bisa jadi," kata Sugiono.

Diketahui, mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, sejak Selasa (3/11/2026) malam.

Selain Listyo, Bareskrim juga menetapkan dua petinggi Polri berinisial ASN dan EH sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal.

Ketiganya juga diduga terlibat dalam penghapusan data elektronik dan akses ilegal.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com