- Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menyiapkan pembangunan rorak di Gunung Muria pada November 2026 untuk mengatasi banjir.
- Alih fungsi hutan menjadi kebun kopi di Gunung Muria menyebabkan hampir delapan puluh persen dari seratus enam belas mata air mengering.
- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menetapkan sembilan ribu empat ratus empat puluh lima hektare Gunung Muria menjadi taman hutan raya pada April 2026.
Jawa Tengah saat ini memiliki dua taman hutan raya, yakni Tahura KGPAA Mangkunegoro I di Karanganyar dan Tahura Gunung Muria.
Pengelolaan Tahura nantinya akan dibagi ke dalam sejumlah blok, termasuk blok perlindungan dan blok pemanfaatan. Pembagian tersebut dimaksudkan agar fungsi konservasi tetap terjaga tanpa menghilangkan aktivitas ekonomi masyarakat yang telah berlangsung sebelum penetapan Tahura.
Selain penanaman vegetasi, DLHK Jateng juga menyiapkan konservasi sipil teknis berupa pembuatan rorak atau jogangan di kawasan hutan. Bangunan konservasi tersebut berfungsi menampung air hujan agar meresap ke tanah dan membantu menjaga mata air.
Pujiharini menambahkan, masyarakat dan pegiat konservasi akan dilibatkan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, termasuk melalui gotong royong di lapangan.