-
Sebanyak 12 penerbangan komersial di Eropa menerima ancaman bom secara mendadak pada Kamis.
-
Jet tempur dikerahkan mengawal penerbangan dan dua pesawat terpaksa melakukan pengalihan pendaratan.
-
Teror beruntun tiga hari ini menyasar fokus utama pada maskapai berbiaya rendah.
Suara.com - Gelombang ancaman bom misterius mengguncang jalur udara Eropa setelah 12 penerbangan komersial menjadi sasaran teror secara bersamaan pada Kamis. Aksi intimidasi beruntun ini memaksa jet tempur dikerahkan ke udara dan setidaknya dua pesawat terpaksa mengalihkan rute demi keselamatan penerbangan.
Insiden menegangkan ini memperpanjang deretan teror serupa yang telah melumpuhkan aktivitas ruang udara kawasan tersebut selama tiga hari berturut-turut. Fokus serangan teror informasi kali ini menyasar secara masif maskapai berbiaya rendah yang melayani rute domestik maupun antarkota di Eropa.
Dikutip dari Al Arabya, otoritas penerbangan sipil bersama maskapai terkait langsung memberlakukan protokol darurat untuk merespons potensi bahaya di atas awan. Pihak berwenang dan perwakilan maskapai mengonfirmasi bahwa kepanikan membumbung tinggi saat pesan ancaman diterima di tengah perjalanan.
Pernyataan resmi pejabat maskapai mengonfirmasi situasi tersebut secara langsung.
"Setidaknya 12 penerbangan Eropa menjadi sasaran ancaman bom pada hari Kamis, dengan beberapa pesawat mendapat pengawalan jet tempur dan setidaknya dua penerbangan dialihkan."
Pengerahan jet tempur dilakukan sesuai SOP pertahanan udara guna memantau kondisi fisik armada dari jarak dekat selama krisis berlangsung. Langkah pengalihan pendaratan darurat di bandara terdekat diambil kapten pilot untuk meminimalkan risiko bahaya bagi ratusan penumpang di dalam kabin.
Hasil penyisiran awal tim penjinak bahan peledak menunjukkan pola gangguan yang terstruktur untuk mengacaukan lalu lintas penerbangan komersial.