271 Sekolah Italia Diancam Bom Beruntun, Polisi Lakukan Evakuasi Massal Darurat

Selasa, 03 November 2026 | 09:43 WIB
Ilustrasi bom bunuh diri (Shutterstock).
BACA 10 DETIK
  • Sebanyak 271 sekolah di Italia menerima teror email ancaman bom secara serentak.

  • Kepolisian dan tim penjinak bom memastikan ancaman peledak tersebut merupakan alarm palsu.

  • Kepala sekolah segera mengevakuasi para siswa dan melaporkan teror siber ini ke polisi.

Suara.com - Ratusan sekolah di Italia mengaktifkan prosedur evakuasi darurat setelah menerima pesan ancaman bom massal secara serentak pada Senin. Pihak kepolisian mengidentifikasi teror surat elektronik yang menyasar 271 lembaga pendidikan tersebut sebagai alarm palsu.

Peristiwa ini menyulut kepanikan hebat di lingkungan pendidikan karena pengirim pesan mengklaim telah menyembunyikan bahan peledak berdaya pemicu jarak jauh di dalam area sekolah. Tim penjinak bom dan unit anjing pelacak langsung dikerahkan ke lokasi untuk memastikan keselamatan para siswa.

Langkah cepat pengelola sekolah berhasil mencegah jatuhnya korban jiwa saat mengantisipasi ancaman keamanan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini. Penanganan sigap ini dilakukan demi memprioritaskan keselamatan anak-anak di tengah kepungan kepanikan.

"Surat tersebut berisi ancaman yang sangat keras dan serius. Oleh karena itu, saya segera mengaktifkan prosedur darurat dan rencana evakuasi anak-anak," kata Anna Fucile, kepala lembaga pendidikan terpadu Giovanni Cagliero dan Sekolah Dasar Gianni Rodari, kepada kantor berita tersebut.

"Pesan yang sama dikirimkan ke 271 sekolah di Italia. Pesan tersebut memuat daftar 271 lembaga pendidikan," katanya.

Sistem keamanan Siber Kementerian Dalam Negeri Italia kini mengambil alih investigasi untuk melacak asal pengirim email massal tersebut. Pihak berwenang menaruh perhatian khusus karena pesan teror dikirimkan dengan daftar target yang sangat spesifik.

Pemeriksaan intensif di delapan sekolah wilayah Roma yang menjadi sasaran awal tidak menemukan satu pun benda berbahaya atau mencurigakan. Hasil penyisiran awal ini memperkuat dugaan bahwa aksi teror ini merupakan simulasi gertakan palsu.

Petualangan teror ini menyisakan trauma mendalam bagi otoritas sekolah dan para orang tua murid yang panik. Meski tidak ditemukan bom, pengamanan di sekitar fasilitas pendidikan tetap ditingkatkan secara ketat.

Ancaman keamanan beruntun di fasilitas publik kerap kali menyasar sektor pendidikan untuk memicu kekacauan skala besar secara instan. Kasus teror email massal di Italia ini menegaskan kerentanan infrastruktur digital lembaga pendidikan terhadap gangguan kejahatan siber.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com