NTB.Suara.com - Viral di media sosial soal Karnaval pemuja setan di Brazil. Tepatnya di Rio de Janeiro, Brasil, pada 17-25 Februari 2023.
Banyak yang menduga, makin maraknya pemuja setan menjadi pintu kehancuran dunia. Apalagi, pasca karnaval itu Brazil dilanda berbagai bencana alam.
Namun demikian, karnaval pemuja setan di Brazil itu tidak dilarang oleh pemerintah. Bahkan, menjadi salah satu aset budaya yang menarik banyak turis untuk datang ke Negeri bola itu. Masih terkait dengan para pemuja setan.
Ternyata di dunia ini banyak berdiri kelompok pemuja setan yang memiliki pengikut terbilang banyak. Di antaranya adalah Church of Satan atau Gereja Setan. Dilansir dari berbagai sumber.
Gereja Setan ini didirikan oleh pasangan suami istri Anton Szandor LaVey dan Dianne LaVey pada tahun 1966. Gereja Setan ini mengajak pengikutnya untuk percaya dengan sihir dan ilmu hitam.
Lain lagi dengan kelompok Order of Nine Angles Order of Nine Angles yang berdiri di Inggris pada tahun 1970 di Inggris.
Mereka adalah pemuja setan Nazi dengan tujuan untuk membentuk kekaisaran baru dengan menggabungkan satanisme, sosial, darwinisme, dan fasisme. Pengikutnya juga dikabarkan aktif menyusup di gereja dan juga militer.
Ada lagi sempalan Gereja Setan. Di mana Lucien Greaves dan Malcolm Jarry akhirnya mendirikan The Satanic Temple yang mengajak pengikutnya mendorong kebajikan dan empati. Menolak tirani seta menentang ketidakadilan, dan lebih menggunakan akal sehat. ***
Baca Juga: Putra Nelayan Miskin dari Pulau Terpencil di NTB Lulus Jadi Polisi Tanpa Uang
Tag
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Prabowo Copot M Nasir dari Sekda Aceh, Pemprov: Tak Ada Masalah Apa-apa
-
Epixlore Gelar Time Trial di Bandung Jelang BDG100 Ultra, Hadiah Utamanya Seekor Kambing
-
Sosok Sespri Prabowo, Rizky Irmansyah: Karier, Jabatan, dan Gaji
-
Meriahkan HUT Kemerdekaan, Turnamen Sepak Bola di Kabupaten Tangerang Sukses Digelar
-
Pemprov DKI Kaji Usulan Penghapusan Jalur Sepeda di Jakarta
-
Rektor Unsoed Jadi Tersangka KPK, Kemdiktisaintek Tunjuk Ali Rokhman sebagai Plt
-
Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat
-
Kabut Asap Karhutla Ganggu Bandara SMB II Palembang, 6 Penerbangan Harus Tertunda
-
Hadapi El Nino, Meki Fritz Nawipa Siapkan Helikopter hingga Satgas Kampung
-
Viral 4 Kementerian Alokasikan Dana Rp4,1 Miliar untuk Pengadaan Mobil Golf