- Menko PMK Muhaimin Iskandar menyatakan diplomasi ekonomi Presiden Prabowo ke berbagai negara berhasil menahan gelombang PHK massal secara nasional.
- Data BPS 2026 menunjukkan peningkatan jumlah penduduk rentan miskin serta penurunan signifikan pada kelompok masyarakat menuju kelas menengah.
- Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi kelas menengah dari tekanan krisis global melalui kebijakan kerja maksimal.
Suara.com - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengklaim langkah Presiden Prabowo melakukan kunjungan ke berbagai negara berdampak pada tertahannya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di dalam negeri.
Menurut Cak Imin, diplomasi ekonomi yang dilakukan Presiden menjadi bagian dari upaya menjaga pertumbuhan industri agar tetap stabil di tengah tekanan global.
“Semua hal yang dilakukan Kabinet Merah Putih, termasuk Bapak Presiden, proaktif ke berbagai negara berkunjung dan melakukan diplomasi ekonomi, semua itu menghambat apa yang disebut PHK,” kata Cak Imin saat menghadiri Rakernas sekaligus MoU bersama Universitas Terbuka di Bogor, Kamis (9/4/2026).
Ia menyebut, upaya tersebut berkontribusi menjaga industri tetap bergerak sehingga tidak terjadi gelombang PHK massal seperti yang dikhawatirkan sebelumnya.
“Industri harus tumbuh karena itu semua yang dilakukan oleh Bapak Presiden adalah menumbuhkan ekonomi, dan alhamdulillah beberapa tahun lalu tidak ada PHK massal, tidak terjadi,” ujarnya.
Meski begitu, di tengah klaim tersebut, pemerintah juga mengakui tekanan ekonomi masih berdampak pada struktur kesejahteraan masyarakat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2026 menunjukkan jumlah kelompok rentan miskin justru mengalami peningkatan.
Berdasarkan paparan yang disampaikan, jumlah penduduk rentan miskin tercatat mencapai sekitar 67,93 juta jiwa atau naik 24,12 persen dibandingkan periode sebelumnya. Sementara itu, kelompok masyarakat yang berada dalam kategori menuju kelas menengah justru mengalami penurunan signifikan menjadi 141,95 juta jiwa atau turun 50,41 persen.
Di sisi lain, kelompok kelas menengah tercatat sekitar 46,71 juta jiwa atau 16,59 persen, sedangkan kelas atas hanya sekitar 1,18 juta jiwa atau 0,42 persen. Adapun jumlah penduduk miskin berada di kisaran 23,85 juta jiwa atau naik 8,47 persen.
Cak Imin mengakui kondisi tersebut tidak lepas dari tekanan ekonomi global dan berbagai tantangan domestik yang masih berlangsung.
Baca Juga: Bansos Diberikan Sementara, Cak Imin Tegaskan Masyarakat Harus Berdaya Mandiri Agar Naik Kelas
“Jumlah kelompok rentan masih sangat besar dan meningkat di tengah berbagai tantangan dan krisis nasional maupun ekonomi di tingkat global. Penduduk rentan miskin hari ini juga naik karena faktor-faktor yang melingkupi, baik krisis ekonomi global maupun berbagai tantangan yang sedang kita hadapi,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah saat ini berupaya keras menjaga agar kelas menengah tidak terus tergerus.
“Di sisi yang lain kita terus bekerja sekuat tenaga untuk menjaga agar kelas menengah tidak turun. Kelas menengah kita terus menghadapi berbagai tekanan ekonomi global yang terjadi,” kata dia.
Cak Imin menegaskan, Presiden telah menginstruksikan seluruh jajaran kabinet untuk bekerja maksimal guna menahan laju PHK sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Kapolda Riau Gandeng Satuan Elite PDRM Malaysia, Sikat Narkoba dan Terorisme Lintas Batas
-
Narkoba 'Saset' Malaysia Sasar Bali: Bareskrim Bongkar Kamuflase Minuman Serbuk Berisi MDMA
-
4 Syarat Novel Bakmumin Agar Laporan ke Pandji Pragiwaksono Dicabut
-
Viral! Cinta Segitiga Berakhir Tragis, Pemakaman Berubah Jadi Arena Baku Hantam
-
Gebrakan Prabowo: 'Sulap' Sawit Hingga Jelantah Jadi Avtur Pesawat, Siapkan Investasi Besar-besaran!
-
Mediasi Dugaan Penistaan Agama Pandji Pragiwaksono, Novel Bamukmin Datangi Polda Metro Jaya
-
Saiful Mujani Dipolisikan! Dituding Hasut Makar Usai Serukan Narasi Jatuhkan Prabowo
-
Hanyut Sejauh 5 Kilometer, Balita yang Terseret Arus di Srengseng Ditemukan Meninggal Dunia
-
PKB Apresiasi Gencatan Senjata ASIran, DPR Dorong Indonesia Aktif Jaga Perdamaian
-
Negosiator Iran Masih Misterius! Siapa Sosok di Balik Perundingan Panas dengan AS?