NTB.Suara.com – Kasus korupsi dana sumbangan pengembangan institusi (SPI) di universitas Udayana, Bali mulai terbongkar ke publik usai Kejaksaan Tinggi Bali (Kejati) menetapkan rektor Unud Prof I Nyoman Gde Antara sebagai tersangka utama dalam kasus ini.
Prof Antara ditetapkan sebagai tersangka karena merupakan ketua panitia penerimaan mahasiswa baru pada tahun 2018 - 2022. Dia dinilai berperan dalam penggalangan dana SPI yang nilainya tidak wajar dan dikeluhkan banyak calon mahasiswa baru terutama yang mendaftar di fakultas kedokteran dan teknik.
Untuk bisa kuliah di fakultas kedokteran misalnya, banyak mahasiswa baru diharuskan menyetor dana sumbangan senilai ratusan juta rupiah mulai Rp100 juta hingga di atas Rp500 juta.
Terbongkarnya kasus ini tidak lepas dari kerja Kejaksaan Tinggi Bali di bawah Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Agus Eko Purnomo.
Di bawah kendali Agus, kasus ini berhasil menemui titik terang setelah dilakukan serangkaian penyidikan mulai dari meminta keterangan saksi-saksi hingga melakukan penggeledahan di Unud.
Dilansir dari website Kejati Bali, Aspidsus Agus Eko Purnomo merupakan jaksa dengan pangkat Jaksa Utama Pratama dengan golongan kepegawaian IV/B. Sebelum menjabat sebagai Aspidsus, Agus menjabat sebagai Aspidum Kejati Maluku.
Selama menjadi Aspidum Maluku, Agus menangani sejumlah kasus menonjol seperti pembobolan Bank BNI senilai Rp58,9 miliar, kasus penipuan Bupati Seram Bagian Timur (SBT) Abdullah Vanath.
Agus juga sempat menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan pada 2016. Selama menjabat sebagai Kajari Tanah Bumbu, sejumlah kasus meninjol ditangani Agus seperti kasus korupsi dana pembangunan pasar Manunggal kecamatan Karang Bintang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Nadiem Makarim: Jadi Menteri Umur 35 Tanpa Pengalaman, Banyak yang Tersinggung
-
Balita Meninggal Usai Tindakan Sedasi di RSUD Prambanan, Keluarga Laporkan Dugaan Malapraktik
-
Tarif Listrik April Hingga Juni 2026 Naik? Ini Penjelasan PLN
-
Viral 'Pulau Sampah' di Muara Angke: Bagaimana Berakhir di Sana dan Apa Bahaya Tersembunyinya?
-
Igor Tolic Ungkap Rencana Persib Bandung Jelang Musim Anyar, TC Dimulai Awal Juli
-
Jadwal SIM Keliling Medan 2-7 Juni 2026, Ini Lokasi dan Syarat Perpanjangan SIM Terbaru
-
Pledoi Nadiem Makarim: Di Swasta Jujur Dihargai, di Pemerintah Kelugasan Dianggap Sombong
-
Vokalis The Offspring Beri Pidato di Acara Wisuda, Ingatkan Lulusan Jangan Kaku Jalani Hidup
-
5 Moisturizer Tasya Farasya Approved, Ampuh Atasi Penuaan dan Hidrasi Kulit Wajah
-
2 HP Midrange Huawei Debut, Andalkan Lensa Periskop dan Baterai Jumbo