NTB.Suara.com - Seorang perempuan asal Karawang, Jawa Barat, berinisial DA diduga dijual oleh oknum tidak bertanggungjawab ke warga Suriah seharga 12.000 dolar Amerika Serikat (AS). Namun, pekerjaan yang harus dilakukan sangat berat.
Perempuan yang mengaku baru habis melahirkan secara cesar itu memviralkan penderitaannya lewat video media sosial. Video tersebut juga sudah diperoleh pihak Kementerian Luar Negeri (Kemlu).
"Assalamualaikum, nama saya DA dari Karawang. Tolong saya, saya pengen pulang, perut saya sakit," ucap DA dalam video yang dibagikan oleh Direktur Perlindungan WNI, Kemlu, Juhda Nugraha, kepada wartawan Sabtu (1/4/2023).
DA menceritakan kronologis dirinya sampai dijual ke Suriah. Awalnya, dirinya dijanjikan bekerja di Turki dengan gaji sebesar 600 dolar AS. Tapi, setelah mendarat di Istanbul, Turki, dirinya dibuang ke Suriah, kemudian dijual seharga 12.000 dolar AS selama empat tahun tanpa sepengetahuannya.
DA mengetahui hal itu dari majikan yang mempekerjakannya selama empat tahun karena sudah dibeli mahal. Namun, karena pekerjaannya sangat berat, menyebabkan perutnya terasa sakit karena sudah habis operasi cesar.
"Saya pun dipulangkan ke kantor, saya diistirahatkan seminggu dua minggu, lalu saya dijual lagi. Lalu saya kembali kerja, perut saya sakit lagi karena pekerjaannya memang sangat berat. Tidur jam dua malam, bangun jam 6 jam 7 pagi," tuturnya.
DA juga mengaku sudah mencoba menghubungi Kedutaan Besar Republik Indonesia KBRI, tapi tidak ada tindakam. Dia pun bingung mau minta tolong ke siapa. Keluhan hanya bisa disampaikan kepada suaminya.
"Suami saya sudah bolak-balik minta bantuan ke pihak berwenang. Minta bantuan sana sini sudah habiskan uang buat nolongin saya, tapi belum ada pertolongan dari siapa pun. Tolong batu saya. Tolong bantu saya. Saya pengen pulang. Perut saya sakit. Terima kasih," kata DA sambil meneteskan air mata kesedihan.
Terkait hal itu, Direktur Perlindungan WNI, Kemlu, Judha Nugraha menegaskan pihaknya telah menangani kasus DA sejak awal Februari 2023 dan melakukan langkah-langkah perlindungan.
Baca Juga: Hitung Peluang TGB Jadi Kandidat Cawapres, Hary Tanoe: Kami Survei Dulu
"Kemlu dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Damaskus telah menangangi kasus DA sejak awal Februari 2023," katanya dalam keterangan resmi secara tertulis.
Adapun langkah-langkah yang sudah dilakukan, sebut dia, yakni menjalin komunikasi dengan DA. Dari pendalaman diketahui bahwa DA berangkat ke Damaskus pada awal November 2022 melalui Bandara Soekarno Hatta.
DA juga telah bekerja berpindah-pindah pada tiga majikan berbeda selama di Suriah. Sebelumnya, DA pernah memiliki pengalaman bekerja di Arab Saudi, PEA dan Kuwait.
Judha menambahkan KBRI Damaskus telah mengirimkan nota diplomatik ke Kemlu Suriah terkait permohonan bantuan penyelesaian dan penerbitan exit permit.
"Suriah menerapkan sistam kafalah, di mana majikan memiliki kewenangan untuk mengizinkan atau tidak mengizinkan pekerjanya untuk pulang," ujarnya.
Pada 31 Maret 2023, katanya, Kemlu bertemu dengan keluarga DA di Karawang, untuk menjelaskan langkah-langkah Kemlu dan KBRI. Hadir dalam pertemuan itu, Bupati Karawang, Polres Karawang, Dinas Tenaga Kerja Karang, dan BP3MI.
Selanjutnya, KBRI Damaskus telah berkoordinasi dengan otoritas Suriah untuk mengupayakan pemindahan DA ke shelter KBRI Damaskus dan mengupayakan exit permit DA, serta memfasilitasi kepulangan ke Indonesia.
"Kemlu juga mendorong pertanggungjawaban hukum terhadap agen pengirim di Indonesia, berkoordinasi dengan pihak Polri," ucap Judha. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
DPR Siapkan Panja Khusus Awasi Program MBG, Ini Alasannya
-
Gelap Mata karena Tunangan Digoda: Sabetan Samurai Pemuda Lumajang Berakhir 12 Jahitan
-
Sihir Messi Sampai ke Bogor: Cerita Warga Ciampea Terharu Emosi di Alun-Alun Tegar Beriman
-
Bukan Bebas, Kejagung Pastikan Febrie Adriansyah Tetap Tersangka Usai Pelimpahan dari Polri
-
Siapa 'Tamu Tak Diundang' yang Disinggung Prabowo dalam Pidatonya?
-
6 Cara Membersihkan Sepatu Sekolah Putih yang Kotor agar Bersih seperti Baru
-
Marak Kepala Daerah Kena OTT, Tito: Integritas Tak Bisa Dijamin Meski Dipilih Rakyat
-
Transformasi Digital Sukses, Bisnis Madu Asal Lampung Manfaatkan QRIS dan Pembiayaan BRI
-
Lionel Scaloni Menyebut Argentina Bangkit Akibat Kesalahan Fatal Pelatih Inggris
-
Bukan Cuma Tubuh, Ini 5 Alasan Fermentasi Makanan Ramah untuk Lingkungan