/
Senin, 10 April 2023 | 22:51 WIB
Dedy Mulyadi cium tangan Ujang. (Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel)

NTB.Suara.com – Dalam sebuah perjalanan menjemput sang buah hati, mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi bertemu dengan seorang pedagang buah di pinggir jalan.

Pedagang buah tersebut bernama Pak Ujang yang disebut oleh Dedi Mulyadi sebagai orang paling jujur yang pernah ditemuinya.

Ujang mengaku telah berdagang buah selama 20 tahun. Sebelumnya ia pernah dagang sayuran, kayu dan rambutan. Saat dagang rambutan ia bangkrut, sebab harga jualnya terlalu murah.

Pria lulusan SMEA ini pernah menjajal sebagai karyawan pabrik, namun kini lebih memilih berdagang.

Untuk mencukupi kehidupan sehari-hari, Ujang juga bekerja sebagai tukang sapu dengan upah Rp.80 ribu perharinya. Dari hasil dagang buah, dia mendapat untung lima puluh ribu hingga seratus ribu Rupiah per lima hari.

Selain itu, Ujang juga mengumpulkan botol-botol bekas yang biasanya mendapat Rp80 ribu per bulannya.

Yang membuat Dedi Mulyadi kagum, di tengah kondisi kesempitan ekonominya, Ujang masih bersikap jujur.

Dedi awalnya membeli pisang milik Ujang seharga Rp25 ribu. Pria yang besok akan merayakan hari lahir ke-52 tahun itu kemudian membayar pisang yang dibelinya dengan uang Rp100 ribu, kemudian meminta Ujang untuk mengambil kembaliannya sebesar Rp75 ribu.

Namun, Ujang menolaknya, dan tetap mengembalikan uang Kang Dedi. Mantan Suami Anne Ratna Mustika itu penasaran dengan sikap Ujang yang tetap mengembalikan uang pemberiannya.

Baca Juga: Persib Bandung Dibantai Persita, Luis Milla: Ini Laga Terburuk

“Bukan haknya. Kalau bukan hak, besok atau lusa pasti diambil lagi,” jawab Ujang dikutip dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel (10/4/2023).

Kang Dedi sontak kagum dengan jawaban polos Ujang, di mana kini banyak pejabat yang mengambil uang rakyat hingga triliunan Rupiah.

Di akhir perjalanan, Dedi Mulyadi mengatakan bahwa Ujang merupakan orang paling jujur yang pernah ia temui, patut dicontoh pada bulan Ramadhan ini.

Pria yang biasa mengenakan ikat kepala itupun mencium tangan Ujang, sebagai tanda penghargaan dari hati. (Riadin Asy/*)

Load More